Dream

Author       : Kim Hye Min

Tag           : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, and others..

Genre        : romance, sad

Title          : Dream

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Kim Eunri’s POV

Impianku telah menjadi kenyataan, terimakasih karena Kau telah  mengabulkannya.

-flashback-

Seoul, 11 December 2007

Satu impianku kini. Aku berharap, suatu saat nanti namja itu mengatakan kata ‘saranghae’ untukku. Tapi apakah mungkin impianku itu menjadi kenyatan? Kurasa tidak. Mana mungkin namja itu mencintaku? Bahkan dia tidak peduli dengan keberadaanku sekarang.

Kudengar, sekarang dia sudah memiliki yeojachingu. Ah apa peduliku? Memikirkan hal itu membuat hatiku sakit saja. Sudahlah aku tidak peduli dengannya. Namja itu, selalu membuat hatiku sakit. Apa dia tidak kasihan padaku?  Dulu aku pernah menyatakan perasaanku padanya. Dan kau tahu respon darinya? Dia hanya berkata satu kata. Demi apa pun kata itu benar-benar membuat wajahku terbakar. Dia hanya menjawab ‘oh’ dari beribu-ribu kata yang sudah aku lontarkan padanya. Dasar namja pelit kata!

Sudah lama aku ingin mengubur rasa cintaku dalam-dalam untuknya. Tapi usahaku sia-sia. Dia selalu muncul di otakku bagaikan hantu yang masih memiliki urusan di hidupnya yang dulu, dan itu sangat membuatku terganggu. Sudah sering juga aku mencoba untuk menyukai namja lain selain dirinya. Tapi tetap saja, lagi-lagi usahaku itu gagal. Sebenarnya aku juga tidak tega melihat namja-namja yang yang kusakiti karena kutolak cintanya. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur membiarkan hatiku pergi bersama namja itu.

Sering aku berfikir untuk menjadikan Donghae sebagai namjachinguku. Aku juga sebenarnya sedikit menyukainya. Ingat, hanya sedikit! Rasa sukaku terhadap namja itu, jauh lebih besar terhadap rasa sukaku terhadap Donghae. Maka dari itu, aku putuskan untuk menjadikan Donghae sahabatku.

Sebenarnya aku bingung dengan diriku sendiri. Apa yang aku sukai darinya? Dia memang tampan, tapi aku tidak melihatnya secara fisik. Sifatnya juga cukup buruk. Huh, aku benar-benar gila saat ini. Bahkan teman-temanku pun bilang bahwa namja itu tidak ada bagusnya. Tapi hatiku berkata lain, ada satu rasa yang aneh dalam hatiku. Rasa ingin selalu bersamanya. Itu yang aku rasakan.

***

Seoul, 3 February 2009

Kurasa aku tidak akan mendapatkannya. Lihat saja, betapa banyak yeoja yang menyukainya. Kurasa aku dan sekumpulan yeoja yang menyukai namja itu benar-benar aneh. Dan kau tahu? Aku sangat cemburu kepada mereka. Terutama kepada Jung Soo Ra. Dia senior di sekolahku. Banyak rumor yang beredar tentang namja itu dan Soo Ra eonnie. Tapi bukan berarti aku akan menyerah dan putus asa untuk mendapatkan hatinya.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku selalu ingat hari ini. Banyak yeoja yang mengerubuninya. Mungkin mereka memberikan ucapan selamat dan memberikan kado. Aku tidak memberikannya hadiah. Aku cukup memberikannya hatiku sepenuhnya.

Aku benar-benar yeoja bodoh karena menyukai namja sepertinya. Dia benar-benar membuatku bodoh dan gila karena menyukainya. Bahkan aku sampai pernah menangis karena aku mendengar bahwa dia berpacaran dengan Soo Ra eonnie. Akibat menangis semalaman, akhirnya aku sakit. Benar-benar yeoja babo! Aku membuang air mataku yang sangat berharga ini hanya untuk namja sepertinya. Dia harus mengganti air mataku untuk hal itu.

Dia benar-benar tidak peduli denganku. Dia tidak pernah mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Jauh di dalam hati kecilku, aku sangat mencintainya dibanding apa pun. Meskipun aku sudah berkata aku membencinya. Tetap saja rasa itu menghantui pikiranku.

Dia adalah tujuanku. Dia oksigenku. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Mungkin ini agak sedikit berlebihan. Tapi memang inilah yang kurasakan. Hatiku hanya untuknya. Sepenuhnya. Tidak akan tersisa lagi untuk namja lain. Dia sudah terlanjur merenggut hatiku.

***

Seoul, 31 October 2010

Memang susah untuk melupakan cinta pertama. Namja itu memang cinta pertamaku. Dia sudah mengubah hidupku. Sebelum aku mencintainya, aku hanyalah yeoja polos yang selalu riang. Tetapi sesudah aku mencintainya, aku lebih sering termurung karenanya. Harus berapa tetes air mata lagi yang kubuang karena ulahnya?

Aku tahu dia tidak mencintaiku. Menyukai saja tidak, apalagi mencintai? Berbagai cara sudah kucoba agar aku dapat melupakannya. Tapi semua cara itu tidak efektif. Tetap saja dia selalu muncul dalam pikiranku.

Nilai sekolahku turun. Padahal dulu aku termasuk yeoja yang paling pintar di sekolahku. Mungkin karena aku terlalu banyak memikirkannya dan melupakan tugasku sebagai seorang pelajar.

3 tahun sudah aku mencintainya. Waktu yang cukup lama untuk menunggu namja itu. Tapi dia tidak kunjung datang kepadaku. Rasa itu juga belum berkurang sama sekali. Aku memang sudah terlalu mencintainya. Melebihi aku mencintai diriku sendiri. Gila bukan?

***

Seoul, 12 December 2011

Aku menuliskan sesuatu di atas selembar kertas. Kau tahu apa yang kutulis? Kertas ini berisi permintaan natalku. Kertas ini dipenuhi oleh nama namja itu. Cho Kyuhyun. Aku sangat senang jika semua permintaanku tentang namja itu dikabulkan. Tapi apakah semua permintaanku akan dikabulkan oleh Tuhan. Itu benar-benar konyol. Seharusnya aku meminta kesehatan dan sebagainya yang menyangkut diriku sendiri. Tapi aku malah mendoakannya. Mendoakan namja itu.

Pohon natal berdiri dengan tegap di aula sekolah. Mataku bertemu dengan matanya. Seperti biasanya, dia selalu mengalihkan pandangannya. Apa aku seburuk itu di matanya? Aku sadar akan diriku yang jauh dari sempurna ini. Tapi apakah dia bisa lebih menghargaiku sedikit? Jujur, hatiku sakit sekali. Tapi apa yang dapat kuperbuat?

***

Seoul, 5 January 2012

Seperti biasanya, aku sedang memikirkannya. Kapan ia akan membalas perasaanku? Atau mungkin dia tidak akan membalas perasaanku sama sekali. 5 tahun sudah aku membiarkan hatiku pergi bersamanya. Aku benar-benar sudah lelah dengan situasi ini.

Sebentar lagi, namja itu akan lulus dan melanjutkan sekolahnya ke tahap yang lebih tinggi lagi. Kuliah. Sedangkan aku masih duduk di bangku SMA. Apa aku kuat jika tidak melihatnya? Aku sudah menyukainya dari pertama aku melihatnya. Waktu itu aku baru masuk di SMP, dia adalah seniorku saat itu.

Hari ini appaku berulang tahun, appa merayakannya dengan makan-makan disebuah restaurant. Hanya perayaan kecil dan sederhana. Aku lebih suka perayaan sederhana seperti ini. Saat aku sedang menuju toilet, aku melihat sesosok namja. Namja itu terasa familiar sekali di mataku, wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup seorang pelayan.

DEG! Itu Kyuhyun. Sedang apa dia disini? Apa dia sedang kencan dengan yeojachingunya? Itu bukan urusanku. Kulihat dia berjalan kearahku. Mati aku! Dia benar-benar menghampiriku dan menarik tanganku. Omona~ tangannya benar-benar hangat. Tunggu dulu, aku melupakan sesuatu. Dia akan membawaku kemana?!

“ya! Lepaskan, Kyuhyun-ssi! Kau mau membawaku kemana?!” ucapku sedikit berteriak.

“bisa kau diam sebentar, Eunri-ssi? Ada yang harus kubicarakan denganmu. Jadi kau diam saja, arra?” aku hanya diam tak menjawab perkataannya tadi. Dia sungguh aneh. Sebelumnya bahkan aku belum pernah mengobrol secara terang-terangan dengannya seperti ini.

Akhirnya kami sampai di sebuah taman yang terletak tidak jauh dari restaurant tempat aku  makan tadi. Sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan. Oke, ini benar-benar membuang waktuku.

“mian, tapi apa yang ingin kau bicarakan Kyuhyun-ssi?” tanyaku sopan.

“ehmm.. begini,”

-flashback end-

***

5 Month later

“Kyuhyun-ah, gomawo!” aku memeluknya dari belakang. Dia melepaskannya dan memutar badannya menghadapku.

“untuk?”

“semuanya. Gomawo karena kau telah mencintaiku, gomawo karena kau telah mengajariku untuk bersabar. Gomawo karena kau telah mengajariku banyak hal. Jeongmal gomawo” aku tersenyum. Kyuhyun membawaku ke dalam pelukannya yang hangat.

“apa benar kau telah menyukaiku dari saat kau masih SMP?” tanya Kyuhyun. Aku hanya mengangguk lalu menyembunyikan wajahku yang sudah merah ini. Kyuhyun kembali memelukku.

“saranghae..”

-flashback-

“ehmm.. begini,” dia memutar duduknya menjadi menghadapku. Memang sekarang kami sedang duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman.

“saranghae..” aku mematung. Apa benar yang dia katakan? Apa aku tidak salah dengar?

“saranghae, Eunri-ah. Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak lama. Tapi entah kenapa baru sekarang aku berani mengatakannya padamu. Mianhae..” aku langsung memeluknya. Dia membalas memelukku.

“nado saranghae..”

-flashback end-

Tuhan, terimakasih. Kau telah benar-benar mengabulkan permintaanku.

***

The End

***

Ya! Gimana? Singkat bukan? Hehehe, aku bikinnya gak nyampe 1 jam. Rada-rada gaje sih, tapi tetep di comment yaa~ ^^

8 thoughts on “Dream

      • Ne, cheonma~
        oh iya, fanny klo boleh saran nih ya. mendingan wp kamu dikasih ‘library’ deh soalnya agak susah buat nyari ff kamu apalagi yang jarang online (termasuk aku sih. .__.) ~^^

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s