Destiny (part 1)

Author       : Kim Hye Min

Genre        : childhood love, romance, and others..

Tag           : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, and others..

Title          : Destiny

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Author’s POV

Seorang gadis kecil merenung di dalam kamarnya, dia mengarahkan wajahnya kearah jendela.

‘Kenapa hidupku seperti ini? Apa salahku Tuhan?’ batinnya.

Kim Eunri, gadis kecil yang masih berusia 11 tahun. Dia kini menduduki bangku kelas 6. Keluarganya sudah hancur. Eomma dan Appnya sudah bercerai. Semenjak kejadian itu, hidupnya berubah 180 derajat. Eunri menjadi anak yang nakal di sekolahnya, nilainya pun menurun drastis. Padahal dia dulu adalah murid teladan dan selalu mendapat peringkat satu di kelasnya.

“yeoboseyo, appa” Eunri mendapat telfon dari appanya.

“yeoboseyo, Eunri, kenapa kau belum tidur?” tanya appanya tersebut. Memang sekarang sudah malam, jam 11 malam.

“aku belum mengantuk appa” sahut Eunri singkat.

“ohh.. dongsaengmu sudah tidur?” tanyanya lagi.

“sudah” Eunri menjawab pertanyaan appanya singkat. Ia sebenarnya malas mengangkat telfon dari appanya. Rasa benci kepada appanya makin lama makin besar.

“baiklah, cepat tidur!” suruh appa Eunri.

“ne” sahutnya singkat. Tapi samar-samar ia mendengar lewat telfon ada seorang yeoja bertanya kepada appanya.

‘itu siapa, yeobo?’ tanya yeoja itu.

‘cih~ dasar yeoja tak tahu malu! Berani-beraninya dia mendekati appaku! Lihat saja nanti pembalasannya!’ pekiknya dalam hati.

Kim Eunri’s POV

Aku mengambil ponselku kilat. Tidak butuh waktu lama, aku mengirimkan pesan singkat pada oppaku, Cho Kyuhyun. Ahh ani, dia sebenarnya bukan oppa kandungku. Dia sahabatku, tapi karena usianya yang lebih tua dariku, aku memanggilnya oppa, dan dia juga selalu melindungiku layaknya seorang kakak yang melindungi adiknya. Aku bertemu dengannya saat 6 tahun lalu. Saat aku 5 tahun, aku bermain keluar rumah sendirian, saat aku akan pulang ke rumah aku tersesat, dan yang bisa aku lakukan hanyalah menangis. Tapi tangisku berhenti ketika ada namja yang menyapaku. Dia, Cho Kyuhyun.

Drrrtt.. drrrttt..

From         : Kyuhyun oppa

Kau sabar saja dulu, pasti appamu akan lebih memilihmu dari pada yeoja itu…

Apa benar yang dikatakan Kyuhyun oppa? Aishh.. tapi aku takut. Kenapa aku dilibatkan dalam masalah seperti ini Tuhan? Apa salahku?

To             : Kyuhyun oppa

Tapi oppa, tadi appaku mengajakku dan Shi Rin makan malam. Lalu appa mengantar kami pulang dan setelah itu appa pergi lagi. Saat tadi appa menelfonku, samar-samar kudengar ada suara yeoja bertanya pada appaku. Aku yakin itu yeoja appaku.

Aku meluapkan semua kekesalan yang kupendam untuk appaku kepada Kyuhyun oppa. Ne, Kyuhyun oppa sangat baik, dia selalu memberi saran dan semangat jika aku sedang butuh dukungan. Dia juga mau mendengarkan semua curhatanku.

Drrrtt.. drrttt..

From         : Kyuhyun oppa

Ne, oppa mengerti perasaanmu. Tapi oppa yakin, appamu akan lebih memilihmu dibanding yeoja tidak jelas itu. Sabarlah Kim Eunri, hwaiting!

Aku tersenyum membaca pesan dari Kyuhyun oppa. Aku sangat beruntung karena memiliki oppa sepertinya.

To             : Kyuhyun oppa

Ne oppa, jeongmal gomawoyo..

Setidaknya aku masih memiliki oppa yang mendukungku disaat suka maupun duka.

Drrrtt.. drrtt..

From         : Kyuhyun oppa

Cheonma.. Sekarang sebaiknya kau tidur. Ini sudah malam. Jangan lupa sikat gigi dan cuci muka ya. Good Night~^^

“Selalu saja begitu” aku mendengus kesal. Kebiasaan Kyuhyun oppa sedari dulu memang tidak pernah berubah. Menyuruhku sikat gigi dan cuci muka sebelum tidur. Tapi aku senang dengan perlakuannya itu. Aku merasa diperhatikan. Selama ini aku hanya mendapat perhatian dari Kyuhyun oppa. Appaku? Kau sudah tau alasannya. Eommaku? Kau juga sudah tau bukan?

Ah, lebih baik aku mengikuti perintah dari Kyuhyun oppa. Apalagi kalau bukan tidur? Padahal sekarang baru jam 11 malam. Biasanya aku baru tidur jam 3 pagi, kemudian bangun pada jam setengah 5 pagi karena harus sekolah. Karena itu aku selalu diejek panda oleh temanku. Tentu saja karena ada lingkaran berwarna hitam di bawah mataku.

Sebelum tidur, aku menggosok gigi dan cuci muka terlebih dahulu. Mengikuti perintah oppaku yang satu itu. Aku membiarkan mataku mengatup dengan sendirinya. Membiarkan rohku pergi sementara dari tubuhku.

***

KRIIIIIINGGGG

“huaah.. sudah pagi ternyata” aku merenggangkan ototku dan berjalan menuju meja yang ada di kamarku. Saat aku mengecek ponselku ada 3 sms dari Kyuhyun oppa. OMO! Untuk apa dia mengirimkan aku sms saat pagi-pagi seperti ini?

From         : Kyuhyun oppa

Ireona, sudah pagi!

From         : Kyuhyun oppa

Kim Eunri! Bangunlah dari tidurmu itu! Palli!

From         : Kyuhyun oppa

Aigoo~ apa kau belum bangun juga? Cepatlah bangun dan bersiap-siap kalau kau tidak mau terlambat datang ke sekolah!

“aigoo~ oppa. Sekarang baru jam 5, mana mungkin aku terlambat?” gumamku. Aku lalu membalas sms dari Kyuhyun oppa.

To             : Kyuhyun oppa

Arraseo, oppa. Sekarang aku sudah bangun. Apa kau akan datang ke rumahku lagi?

Send. Memang, setiap pagi Kyuhyun oppa datang ke rumahku. Lalu aku dan dia berangkat bersama ke sekolah. Walaupun kami berbeda sekolah, tapi dia selalu mengantarku sampai depan gerbang. Lalu dia akan berjalan sendiri ke sekolahnya. Tentu saja sekarang dia sudah SMP. Sedangkan aku masih SD. (emang di korea system SD SMP ya?! Ahh pokoknya mah anggap aja begitu #plak)

Drrtt.. drrt..

From         : Kyuhyun oppa

Baguslah kalau begitu. Ne, tentu saja aku akan ke rumahmu. Bukankah setiap pagi aku akan ke rumahmu?

Aku tersenyum membaca sms dari Kyuhyun oppa. Entah kenapa aku sangat senang.

To             : Kyuhyun oppa

Arraseo, oppa! Kutunggu ya!😀

Setelah membalas sms dari Kyuhyun oppa. Aku segera bersiap-siap. Mandi, berpakaian, dan sarapan. Bagus, hanya butuh setengah jam! Apa kalian tau Shi Rin berangkat dengan siapa? Dia berangkat dengan appa. Tentu saja appa lebih peduli dengan Shi Rin dibanding denganku. Mungkin aku hanyalah sampah yang tidak berarti bagi appa. Hahh~ tapi aku masih beruntung karena masih mempunyai Kyuhyun oppa.

TING TONG TING TONG

Aku berlari untuk membuka pintu dengan senyum yang menghiasai wajahku. Pasti itu Kyuhyun oppa.

“annyeong, Eunri-ya!” sapa Kyuhyun oppa dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.

“annyeong, oppa! Kajja!” aku menarik tangannya keluar dari rumahku. Tak lupa aku berpamitan pada Shin ahjumma.

Cho Kyuhyun’s POV

“ahjumma! Aku berangkat dulu yaa~” teriak Eunri. Aku suka caranya berteriak, meskipun teriakannya itu membuat telingaku sakit. Entah mengapa aku merasa nyaman saat bersama Eunri. Aku juga tidak tau perasaan apa itu. Tapi yang jelas jika aku ada di dekat Eunri, aku selalu ingin melindunginya, selalu ingin menjadi yang nomer 1 untuknya.

“kajja” aku menggandeng tangannya yang terasa dingin itu. Apa dia merasa kedinginan, kenapa tidak bilang padaku?

“kau kedinginan?” tanyaku. Dia hanya mengangguk takut. Neomu kyeopta!

“sudah kubilang, kalau kau merasa kedinginan, bilang saja padaku” aku menggosok tangannya dengan tanganku. Berharap rasa dinginnya akan hilang.

“apa sudah tidak dingin?” tanyaku.

“ne oppa, sudah tidak dingin, gomawo” dia tersenyum dan menggenggam tanganku lagi. Kami berjalan santai menuju sekolah. Saat ini sedang musim salju, tidak heran jika jalanan dipenuhi oleh butiran-butiran salju.

“kau sudah mengerjakan PR belum?” tanyaku. Dia tersenyum dan segera mengangguk antusias.

“tentu saja oppa! Mulai sekarang aku akan berusaha memperbaiki nilaku yang jelek. Sekarang aku tidak mau lagi memikirkan appa. Dia selalu membuatku kesal!” dia mengembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya. Kalau sedang marah dia lucu sekali. Tapi perlahan ada air bening menetes dari matanya.

“hei, hei.. kau menangis? Uljima.. oppa akan selalu menjagamu sampai besar nanti. Oppa akan mengorbankan apapun untukmu, asal kau tidak menangis. Kau tidak usah memikirkan appamu. Arraseo?” ucapku. Aku membalikan badannya menghadapku lalu aku mengusap air matanya dengan ibu jariku.

“ne, oppaa.. hiks.. Gomawo.. hiks.. Jeongmal.. hiks..” ucapnya masih sesunggukan. Aigoo~ aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu.

“jangan menangis lagi kalau begitu. Aku benci melihatmu menangis. Kau terlihat jelek!” dia memukulku dengan seenaknya. Ini baru Eunri yang kukenal.

“aishh, oppa! Jangan mengejekku! Kau mau aku menangis lagi? Huwaaa~” teriaknya. YAA! Eunri! Kau tidak lihat orang-orang yang melihat ke arah kita?

“ahh, ne ne.. kau cerewet sekali sih!” kami melanjutkan perjalanan lagi. Untung saja tadi berangkat lebih pagi, kalau tidak mungkin dia dan aku sudah terlambat.

“oppa, apa aku boleh bertanya padamu?” tanyanya sambil mengayun-ngayunkan tanganku dengannya. Dia ini kekanak-kanakkan atau polos sekali sih? Aku rasa dua-duanya. Lihatlah perilakunya saat ini. Tidak jauh berbeda saat umurnya masih 5 tahun sedangkan aku 8 tahun! Saat aku pertama bertemu dengannya.

“ne, tentu saja boleh. Apa yang kau ingin tanyakan?”

“kenapa oppa sangat baik padaku?” tanyanya. Terdengar seperti pertanyaan yang sederhana. Tapi bagiku sangat susah untuk menjawabnya. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa baik padanya. Padahal biasanya aku terkesan cuek.

“aku juga tidak tau, Eunri-ah. Tapi oppa selalu ingin membuatmu tersenyum, selalu ingin melindungimu, selalu ingin meminjamkan pundak oppa untuk tempatmu menangis, selalu ingin mendengar ceritamu dan hal lainnya. Oppa berjanji, selama yang oppa bisa, oppa akan selalu membuatmu tersenyum, melindungimu, meminjamkan pundak oppa untuk tempatmu menangis, dan juga mendengarkan ceritamu” dia tersenyum mendengar ucapanku tadi.

“oppa bisa menepati janji itu?” tanyanya antusias.

“ne, oppa akan berusaha, Eunri-ah..” jawabku sambil menepuk kepalanya lembut.

“gomawo oppa..”

Author’s POV

Eunri tersenyum sepanjang perjalanan menuju sekolahnya. Dia masih terbayang dengan apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. Meski belum tau yang dimaksud oleh Kyuhyun. Tapi Eunri sangat senang mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. Mungkin dia memang tidak diperhatikan oleh keluarganya. Tapi dia diperhatikan oleh malaikat terbaik yang diberikan Tuhan olehnya. Cho Kyuhyun.

“kenapa kau tersenyum terus dari tadi? Bahkan kau tidak sadar kalau kita sudah sampai. Sudah sana, masuk kelasmu dan perhatikan gurumu nanti. Oh iya, nanti kalau kau pulang, tunggu aku seperti biasanya. Jangan pulang sendiri, tidak baik untukmu. Arraseo?” ucap Kyuhyun panjang lebar. Eunri hanya dapat mengangguk, senyuman masih saja menghiasi wajah cantiknya.

Sedangkan Kyuhyun berbalik menuju sekolahnya yang terletak tidak jauh dari sekolah Eunri. Kyuhyun berjalan santai sambil mendengarkan lagu melalui iPodnya. Perasaannya terhadap Eunri masih belum bisa diartikan olehnya.

Sesampainya di sekolah. Kyuhyun sudah dikerubuni oleh yeoja-yeoja disekolahnya. Tentu saja, ia memiliki banyak penggemar. Dia tampan, cool, kaya, dan pintar. Apalagi yang kurang dari seorang Cho Kyuhyun? Satu kata yang bisa mewakili dirinya. Sempurna.

Tapi dia tidak ambil pusing dengan yeoja-yeoja yang mengerubuninya tersebut. Yeoja yang dipedulikan olehnya hanyalah eommanya, noona, dan yang pasti tidak lain adalah Eunri.

Pelajaran di sekolah hari ini dilakukan dengan baik oleh Eunri dan Kyuhyun. Akhir-akhir ini Eunri tidak pernah mendapat nilai 100, tapi hari ini berbeda. Dia mendapat nilai 100 di mata pelajaran matematika dan IPA. Dia akan dengan bangga menunjukannya pada Kyuhyun. Berbeda dengan Kyuhyun yang jenius. Semua nilainya sempurna. Dia memang anak terpintar di sekolahnya.

Saat bel keluar kelas, Kyuhyun segera keluar kelas dan langsung menjemput Eunri. Sedikit berlari karena takut Eunri menunggu terlalu lama.

“bisa kita pulang sekarang, Eunri-ah?” tanya Kyuhyun yang masih sedikit ngos-ngosan (?) mengatur nafasnya.

“ne, oppa.. Kajja!” seperti biasa, Kyuhyun menggenggam tangan Eunri hangat. Eunri tidak perlu risih dengan perlakuan Kyuhyun. Mereka sudah terbiasa satu dengan yang lainnya. Hidup berdampingan selama 6 tahun waktu yang cukup lama untuk saling mengenal.

“bagaimana nilaimu hari ini? Ada peningkatan tidak? Bukannya tadi pagi kau sudah berjanji padaku bahwa kau akan berusaha memperbaiki nilaimu, hmm?” tanya Kyuhyun. Eunri tersenyum penuh arti.

“tentu saja oppa! Hari ini aku mendapat nilai 100 di mata pelajaran matematikan dan IPA. Oppa harus membelikanku ice cream karena aku mendapat nilai 100! Eotte?” tanya Eunri dengan senyum sumringan. Kyuhyun mengangguk dan tersenyum bahagia karena Eunri sudah mulai berubah.

“kita akan makan ice cream dimana?” tanya Kyuhyun. Mata Eunri berbinar-binar karena Kyuhyun serius menanggapinya.

“aku tau tempat makan ice cream yang enak, oppa. Ayo~” Eunri menarik tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa ringan melihat tingkah Eunri.

“Sungai Han?” tanya Kyuhyun saat mereka turun dari bis. Memang perjalanan dari sekolah mereka agak jauh.

“ne oppa, di sebelah sana ada yang menjual ice cream neomu mashitaa~” ucap Eunri sambil menunjuk tempat yang dimaksud olehnya.

Kim Eunri’s POV

“kau pesan sebanyak yang kau mau.. Arraseo?” mataku langsung berbinar-binar mendengarnya. Memesan ice cream sebanyak yang aku mau? Jangan salahkan aku jika aku memesan banyak sekali. Aku sangat suka ice cream!

“oppa, kau tidak memesan?” tanyaku begitu melihat Kyuhyun oppa yang sedari tadi hanya memperhatikanku.

“tolong pesankan 1, dengan rasa yang kau suka” yang kusuka? Ahh, aku suka semua rasa ice cream kecuali durian dan pisang. Tapi dari semua rasa ice cream yang aku suka.. aku paling menyukai.. Chocochip mint?

“arraseo, oppa.. tunggu sebentar” dia mengangguk.

“ini pesananmu oppa..” ucapku antusias sambil menaruh nampan yang berisi 3 cup ice cream. 2 punyaku dan 1 punya Kyuhyun oppa. Aku takut merepotkannya. Jadi aku hanya memesan 2 ice cream.

“kau hanya memesan 2?” tanyanya. Aish, bagaimana ini?”

“ne, oppa.. aku takut merepotkanmu. Hehehe..” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“sudah kubilang pesan sebanyak yang kau mau. Aku tidak merasa direpotkan olehmu” ucapnya. Ahh, tapi sudah terlanjur biar sajalah.

“selamat makan!” ucapku. Lalu aku langsung menyambar (?) ice cream yang ada di depanku. Aku makan dengan sangat lahap. Sehingga wajahku belepotan oleh ice cream.

“YAA! Kau ini kalau makan pelan-pelan, nanti tersedak. Lihat saja, kau sampai belepotan seperti ini!” Kyuhyun oppa mengambil tissue dan mengelap wajahku yang terkena ice cream tadi.

“ne, oppa.. “ jawabku kikuk. Ahh, akhirnya selesai juga. Tapi aku masih ingin lagi! Chakkaman! Kenapa Kyuhyun oppa tidak memakan ice creamnya?

“oppa, kenapa kau tidak memakan ice creammu?” tanyaku sambil memperhatikan ice creamnya yang belum ia sentuh sedikitpun.

“kau mau? Makan saja. Aku sudah kenyang..” whoaaa~ mataku berbinar seketika. Dengan sukarela aku makan kalau begitu! Kkk~

“jinjja? Ahh, gomawo oppaa~” aku melahap habis ice cream milik Kyuhyun oppa. Ini baru yang dinamakan kenyang! Hahaha

“aneh, kau memiliki nafsu makan yang banyak. Tapi badanmu masih saja kerempeng seperti itu. Apa kau sakit?” tanya Kyuhyun oppa. Ah benar juga sih, aku rakus tapi badanku tetap saja kurus seperti ini. Ah, masa bodoh. Aku tidak peduli.

“mollayo, oppa.. ayo kita pulang!” ajakku. Lalu Kyuhyun oppa membayar ice cream yang aku makan tadi lalu mencari bus untuk kami tumpangi.

“haengbokhaesso? (apakah kau senang?)” aku mengangguk bersemangat.

“ne, oppa, tentu saja aku senang!” Kyuhyun oppa lalu tersenyum.

“kalau begitu, aku akan selalu membuatmu tersenyum saat bersamaku. Eotte?”

“ne, oppa..” tidak terasa aku sudah sampai di depan rumahku.

“masuklah..” ucap Kyuhyun oppa.

“arraseo oppa.. gomawo atas hari ini..” aku membungkuk ke hadapannya.

“hei, tidak usah seperti itu. Kita sudah mengenal lama. Arraseo?” tanyanya. Seulas senyum terlukis diwajahku. Ahhh~ hari ini aku senang sekali!

“arraseo, oppa! Annyeong!” aku lalu masuk kedalam rumah. Tapi.. aku langsung melihat pemandangan ‘tidak menyenangkan di rumahku’. Aku langsung berlari keluar.

“oppa! Chakkaman!” teriakku.

“waeyo, Eunri-ah?” Kyuhyun oppa berbalik kearahku.

“tadi saat aku masuk.. ada.. hiks.. hiks..”

***

To Be Continued

***

Huaaah, ampun-ampun! Saya emang babo. Masih banyak ff yang belum diselesain tapi udah bikin ff baru. Hadeuhh.. kacau. Oh iya, aku bikin Kyuhyun yang di ff ini sebagai Kyuhyun yang baik hati bukan Kyuhyun yang evil seperti biasanya. Habisnya saya bosen bikin ff yang Kyu nya evil jadi ya udah saya bikin jadi beginian (?) Gimana readers? Gaje yah? Yah walaupun gaje tapi seengaknya comment lah, karena comment kalian itu bikin aku semangat buat lanjutin ffnya. Hehehe😀

6 thoughts on “Destiny (part 1)

  1. annyeong chingu… kania imnida, reader baru..
    ffnya bagus kok chingu, cuman mungkin ada typo ya, ktnya kyu ama eunri ktemu kan 5 tahun lalu, disitu ada yang tulisannya 6😀
    sama yang pertamanya itu ktnya jam 11 tapi disebut lagi 9😀
    hehehe… mian ya chingu aku sok tau, mian.. tapi ffnya daebak kok🙂😀🙂

    • annyeong.. Hehehe.. selamat berjelajah ya..😀
      kyaa~ makasih banget pujiannya..
      klo masalah typo aku memang rada-rada gak nyadar, soalnya aku bikin ffnya juga lagi galau.. Hehehe.. nanti aku coba perbakin deh.. Makasih ya pemberitahuannya..😀
      hoho~ gwaenchana, gak usah sungkan sama aku.. Jeongmal gomawo.. *bow*

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s