Destiny (part 2)

Author       : Kim Hye Min

Genre        : childhood love, romance, etc.

Tag           : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, and others..

Title          : Destiny (part 2)

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Cho Kyuhyun’s POV

“tadi saat aku masuk.. ada.. hiks.. hiks..” waeyo? Ada apa sebenarnya? Jangan membuatku khawatir Eunri!

“waeyo? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Ayo, ceritakan pada oppa apa yang terjadi!” aku mengelus rambutnya pelan dan menuntunnya ke taman yang ada di dekat rumahnya. Dia masih sesenggukan, tapi menurut dengan apa yang kuperintahkan.

“uljima.. ayo, sekarang ceritakan apa yang kau lihat tadi..” ucapku lembut sambil masih mengelus rambut halusnya itu.

“tadii.. engg..,”

“tadi aku melihat..,”

“ahh.. aku tidak kuat untuk megatakannya oppa.. hiks.. hiks..”

“katakanlah.. aku akan mendengarkannya..” aku menenangkannya yang masih berurai (?) air mata itu. Aku tidak sampai hati untuk melihatnya. Sungguh, demi apapun!

“begini oppa..,” dia mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannya.

“t-tadi.. aku melihat appa membawa yeojanya ke rumah. Sebelumnya, dia tidak pernah melakukan hal itu. Dan tadi, dia sedang mencium yeoja itu.. hiks.. hiks..” aigoo~ Kim ahjussi memang sudah kelewatan! Apa dia tidak memikirkan anaknya, hah?! Aku tidak terima hal ini!

“jinjja? Aigoo~ appamu memang sudah kelewatan kalau menurutku. Kau harus banyak bersabar, Eunri-ah.. Tenang saja, aku tidak akan mengingkari janjiku untuk selalu melindungimu. Arra?” ucapku. Dia langsung memeluku erat.

Kim Eunri’s POV

Aku memeluknya erat sekali. Dia memang oppaku yang terbaik..

Oppa.. gomawo..

Jeongmal gomawo..

Aku tidak tau jika tidak ada kau, aku akan seperti apa sekarang ini. Mati? Mungkin saja. Tidak ada lagi yang peduli padaku di dunia ini. Untung saja ada dia. Kyuhyun oppa. Dia.. selalu mengisi hari-hari yang kulalui. Dia selalu membelaku, melindungiku. Sudah terlalu banyak hal baik yang dia lakukan untukku. Apa dia ini sebenarnya malaikat yang dikirimkan Tuhan untukku? Tapi kurasa tidak.

Dia.. orang terbaik yang pernah kutemui di dunia ini. Tidak ada orang yang sebaik dirinya di dunia ini menurutku. Pertama aku bertemu dengannya.. aku ingat betul kejadian itu..

-flashback-

“eomma.. appa.. hiks.. hiks.. eottokhe? Hiks.. hiks..” aku tersesat di sebuah sungai saat aku bermain tadi.

“eomma.. aku ingin pulang.. hiks.. appa.. hiks..” aku menangis semakin keras. Eomma.. sekarang aku ada dimana?

“kau kenapa?” tanya seseorang. Siapa dia?

“nuguseo?” tanyaku.

“Cho Kyuhyun imnida.. oh iya, kau kenapa tadi? Siapa namamu?”

“Kim Eunli imnida.. aku telsesat oppa.. hiks.. hiks..” aku menangis kembali. (maksudnya pake huruf ‘l’ itu ceritanya Eunri pas kecil itu cadel hoho~)

“mwo? Kau tersesat? Dimana rumahmu? Mau aku antar? Uljima.. tidak usah menangis..” mwo? Diantal? Aku mau oppa! Tapi tadi aku teljatuh sampe beldalah. Eottokhe?

“jinjjayo, oppa? Geundae.. kakiku beldalah tadi.. Aku tidak bisa jalan.. hiks.. hiks..”

“naik ke punggungku! Dan katakan rumahmu dimana. Oppa akan mengantarmu. Otte?”

“allaseo, oppa.. gamsahamnida.. lumahku di jalan pyeosul nomel 3” aku naik ke punggung Kyuhyun oppa. Apa dia tidak kebelatan yah? Wahh.. daebak!

“Arraseo.. kau jangan banyak bergerak, nanti terjatuh.. oh iya, berapa umurmu? Apa kita bisa jadi teman?”

“umul? Ehm.. berapa yah? Mollayo oppa.. ne, kita teman!”

“aigoo~ neomu kyeopta!”

“sampai.. apa kau mau kubantu sampai ke dalam? Kakimu luka kan?” ahh.. Kyuhyun oppa sangat baik!

“ne oppa.. gamsahamnida”

-flashback end-

Mungkin takdir yang membuatku dan Kyuhyun oppa bersama sampai sekarang. Aku mohon ya, Tuhan. Biarkan aku dan Kyuhyun oppa bersama selamanya. Melihatnya tersenyum, aku juga sudah bahagia. Aku tau dia pasti lelah sekali menanggapiku.

“hei.. kau melamun?” tanyanya.

“mwo? Ani oppa!” aku segera menghapus air mataku. Aku memang tidak akan bisa berbohong padanya.

“sudahlah, kau tidak akan bisa berbohong padaku. Sekarang mau aku antar pulang?”

“ne oppa, kau benar. Aku memang tidak bisa berbohong padamu. Pulang? Ah, aku malas. Pasti yeoja itu masih ada di rumah. Aku mau disini saja, oppa” ucapku sambil menerawang ke langit yang sudah mulai berubah warna menjadi kemerahan. Tanda matahari akan digantikan oleh bulan.

“disini? Kau ini.. ini sudah hampir malam. Bagaimana bisa aku membiarkanmu disini? Pulanglah” aku hanya diam. Demi apa pun, aku tidak mau melihat wajah yeoja itu lagi. Aku malas pulang ke rumah.

“aku benar-benar malas oppa. Boleh aku menginap di rumahmu? Jebal~ lagian appa tidak akan mencariku” Kyuhyun oppa kelihatan berfikir. Hah, pasti dia tidak akan mengijinkanku.

“baiklah.. tapi ingat! Hanya untuk hari ini saja. Lagian di rumahku juga tidak ada siapa-siapa” mwo? Boleh? Jarang-jarang Kyuhyun oppa mengijinkanku menginap di rumahnya.

“jinjja?” dia hanya mengangguk. Eh chakkamman, ini apa yang menetes dari atas? Whoaa~ hujan!

“Eunri-ah! Kajja! Hujan, nanti kau sakit” dia menarik tanganku dan segera berlari.

“huh hah huh hah.. kau gila oppa. Aku capek..” aku langsung mendudukan diriku di kursi yang ada di depan rumahnya. Asal kau tau, rumah Kyuhyun oppa benar-benar besar dan luas. Tapi sayangnya hanya dihuni oleh 3 orang. Tentu saja Kyuhyun oppa dan noonanya, dan yang satunya lagi pembantunya. Appa dan eommanya? Molla, aku tidak tau. Tapi kata Kyuhyun oppa, mereka bekerja di luar negri.

“mianhae, aku tidak mau kau sakit. Jadi ya sudah aku menarik tanganmu dan berlari” dia mengetuk pintu rumahnya dan munculah Shin Ahjumma.

“annyeong, ahjumma~” sapaku ramah. Shin Ahjumma hanya tersenyum. Huaah, aku sudah lama tidak kesini. Oh iya, Ah Ra eonnie kemana ya?

“oppa, Ah Ra eonnie eodieya?” tanyaku. Kyuhyun oppa mengidikan bahunya, tanda dia tidak tau. Kenapa rumah ini seperti tidak berpenghuni?

“brrr..” aku menggigil. Kenapa rasanya tubuhku lemah sekali? Kepalaku juga pusing.

“kau kenapa? Kedinginan? Akan kuambilkan handuk, sebentar. Kau ke kamarku saja” aku mengangguk dan langsung ke kamar Kyuhyun oppa.

“igo..” ucap Kyuhyun oppa sambil menyerahkan handuknya.

“gomawo oppa” Kyuhyun oppa tersenyum dan mendekatiku. Lalu meraba keningku. Apa yang salah memangnya?

“sudah kuduga.. kau demam. Apa kau tau, mukamu tadi pucat sekali Eunri-ah” demam? Aku meraba keningku. Hhh.. memang sedikit hangat. Aish, aku bisa merepotkan Kyuhyun oppa kalau aku sakit.

“aniyo, oppa.. Nan gwaenchama, aku sehat kok!” kataku sambil tersenyum, berusaha meyakinkan Kyuhyun oppa.

“sudah kubilang, kau tidak akan pernah bisa berbohong dariku Eunri-ah. Sudahlah kau sekarang istirahat saja, aku akan ambilkan baju Ah Ra noona untuk kau pakai. Arraseo?” aku hanya mengangguk lemah menanggapinya.

“nona, ini bajunya. Saya letakkan disini ya. Tuan Kyuhyun sedang keluar sebentar, katanya mau membeli obat” ucap Shin Ahjumma. Dia meletakkan baju yang di pinjamkan untukku diatas kasur milik Kyuhyun oppa.

“ah, ne.. gamsahamnida, ahjumma” aku membungkuk pelan. Ahjumma membalas membungkuk. Setelah Shin ahjumma keluar, aku pun mengganti pakaianku. Tidak lama setelah itu, Kyuhyun oppa datang membawa plastik yang mungkin isinya obat untukku. Ahh! Aku benci minum obat!

“ini.. minumlah, lalu beristirahat. Besok kau kan harus sekolah” Kyuhyun oppa memberikanku plastik yang tadi dibawanya. Lalu aku membuka isinya dan.. obat tablet! Aku tidak bisa meminumnya!

“wae? Ada yang salah?” tanya Kyuhyun oppa. Aku segera menggelengkan kepalaku.

“aniyo oppa, gwaenchana” aku terus memelototi obat tablet itu. Aku benar-benar tidak bisa meminumnya! Siapapun, tolonglah aku!

“kau tidak meminumnya?” aku hanya nyengir tidak jelas lalu mulai mengambil obat tablet itu tadi. Tapi tetap saja, yang kulakukan hanya memelototi obat itu.

“oppa..,”

“aku tidak bisa minum obat tablet” Kyuhyun oppa langsung tertawa mendengar ucapanku tadi. Aku hanya menundukan kepalaku, tentu saja karena malu.

“omona~ ternyata kau tidak bisa meminumnya? Hahaha.. kenapa tidak bilang dari tadi? Hahaha” aishh.. Kyuhyun oppa! Berhentilah tertawa!

“huah! Jangan menertawakanku, oppa!” aku menoyor kepalanya sembarangan lalu langsung menyelimuti tubuhku dengan selimut yang ada di kasur (?).

“ya! Jangan marah” bujuknya. Aku hanya menengok pelan lalu membalikkan badanku. Tidak lama kemudian aku merasakan tangannya mengguncangkan bahuku pelan.

“Eunri-ah..” aku masih tidak memperdulikannya.

“ah, baiklah.. oppa lebih baik ke bawah daripada didiamkan olehmu” bisa kurasakan dia bangkit dari duduknya, lalu melangkah keluar kamar.

“oppa!” kucegat tangannya. Lalu dia menengok dan mengeluarkan smirk setannya. Aigoo~ sejak kapan oppaku berubah menjadi setan?!

“oppa! Jangan menatapku seperti itu! Kau membuatku takut!” dia lalu mengubah tatapannya menjadi tatapan hangat khasnya. Tatapan yang sangat kusukai. Hanya dia yang suka menatapku seperti itu. Ah, ada lagi. Donghae oppa.

“geurae? Hahaha.. mian. Sekarang kau beristirahatlah, aku juga akan tidur di kamar tamu” dia menuntunku ke kasur. Lalu meraba keningku lagi. Mukanya berubah saat meraba keningku. Apa ada yang salah?

“waeyo oppa?” tanyaku. Tanpa menjawabku terlebih dulu, dia berlari ke bawah. Menyebalkan sekali.

“demammu tinggi sekali sepertinya. Sini, buka mulutmu” ucapnya saat sudah kembali ke kamar. Aku hanya menuruti perkatannya. Dia memasukkan termometer ke mulutku. Tidak lama kemudian alat itu berbunyi. Kyuhyun oppa langsung melihat angka yang tertera disana.

“40 derajat? Aigoo~ Eunri-ah.. demammu tinggi sekali..” ucapnya. Aku kaget dan langsung merebut termometer yang ada di tangan Kyuhyun oppa. Mataku melebar begiitu melihat suhu tubuhku secara langsung. Mengapa bisa setinggi itu?

Author’s POV

“oppa.. Mianhae, aku pasti merepotkanmu hari ini” ucap Eunri. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya sambil menyelimutkan Eunri.

“gwaenchana, kau adikku. Dan aku harus melindungimu, arrasseo? Sudah berapa kali kukatakan, kau tidak usah sungkan padaku”  ucap Kyuhyun. Lalu dia meletakkan kain yang telah dikompres ke dahi Eunri.

“istirahatlah, besok kuarasa kau tidak usah sekolah. Oh iya, apa appamu tidak mencarimu?” begitu mendengar ucapan Eunri, raut wajah Eunri langsung berubah. Dia berpikir mungkin memang appanya sudah tidak memperdulikannya lagi.

“mollaseo, oppa. Aku sudah tidak peduli pada appa” jawab Eunri.

“jaljayo..” ujar Eunri, lalu dia menarik selimut sampai ke bahunya. Kyuhyun masih disitu, menunggu Eunri sampai tertidur lelap.

Kyuhyun menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Eunri. Lalu dia mengambil kain yang tadi ada di dahi Eunri dan membasahkannya, setelah itu ia letakkan lagi di dahinya. Tanpa sadar, Kyuhyun terus melakukan kegiatan itu sampai pagi.

“eung?”

“oppa.. kenapa masih disini?” tanya Eunri saat melihat Kyuhyun tertidur di kursi yang menghadap kasur. Posisi Kyuhyun tidur membuat Eunri sedikit tersenak. Lihat saja, Kyuhyun tidur degan posisi menelungkupkan kepalanya ke tangannya yang dilipat. Pasti akan sakit jika tidur dengan posisi seperti itu.

“oppa..” Eunri mengguncangkan tubuh Kyuhyun. Berharap ‘oppa-nya’ itu akan segera bangun dari tidurnya.

“eung? Ah! Kau sudah bangun Eunri-ah? Bagaimana keadaanmu? Sudah enakkan? Atau masih sakit? Apa perlu ke dokter?” tanya Kyuhyun saat dia sudah terbangun. Eunri kaget karena langsung diberi banyak pertanyaan seperti itu.

“nan gwaenchana, oppa. Tidak usah khawatir padaku” Eunri memasang seulas senyum di wajahnya.

“fiuh.. Kalau terjadi apa-apa, beritahu oppa. Arra?”

“arrasseo, oppa. Oh iya, oppa tidak sekolah?” tanya Eunri. Kyuhyun langsung terkesiap kaget karena dia melupakan tugasnya. Sekolah.

“oh iya.. ah, sekali-kali tidak apa bukan?” Eunri hanya mendecak mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun hanya terkekeh melihat tingkah Eunri.

“oppa, kenapa kau jadi seperti ini? Ckckck” Eunri menggelengkan kepalanya.

“seperti ini bagaimana, Eunri-ah?” tanya Kyuhyun. Eunri hanya menggelengkan kepalanya.

“ah, oppa! Aku rasa aku harus pulang”

“arrasseo. Mau oppa antar pulang?” tanya Kyuhyun. Eunri kembali menggelengkan kepalanya.

“anio oppa. Aku sudah sangat merepotkan oppa. Gomawo oppa atas tumpangannya, kekeke~ annyeong”

“annyeong!” ucap Kyuhyun sambil mengantarkan kepulangan Eunri. Setelah, Kyuhyun berbalik masuk, ada suara teriakkan yang sangat Kyuhyun kenal.

“oppaa~ Kyuhyun oppa~ tolong!!!”

***

To Be Continued

***

Ahaha.. gaje ya? Walaupun gaje tetep RCL ya😉

10 thoughts on “Destiny (part 2)

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s