Hate U, Love U (part 2)

Author       : Kim Hye Min

Tag           : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Hyo Kyo, Lee Hyora, Kim Kibum

Genre        : romance, friendship (failed)

Title          : Hate U, Love U (Part 2)

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Kim Eunri’s POV

“Mwoya?! Kau apakan wajahku ini, Hyo-ah?” tanyaku.

“Diamlah, cerewet. Kau itu sebenarnya cantik, tapi kau tomboy,” jawabnya. Aish.. apa-apaan dia ini?! Merias wajahku seenaknya dan mengataiku? Anak ini minta kucekik lehernya, huh?!

“Palliwa! Bedak itu membuatku ingin bersin!”

“Sabarlah sedikit,”

“Ne,” jawabku. Tangannya yang lincah memoleskan berbagai kosmetik yang namanya tidak kuketahui satu persatu.

“Tada! Selesai! Buka matamu Eun-ah!” aku pun membuka mataku, dan waw! Apakah ini aku?

“Ini aku, Hyo-ah?” tanyaku dengan polosnya. Dia langsung memukul kepalaku.

“Tentu saja, babo! Memangnya siapa lagi kalau bukan kau? Neomu yeppo,” aku baru mendengar Hyo Kyo memujiku sampai seperti ini. Sekarang aku memakai dress yang panjangnya selutut bewarna putih dan sedikit soft blue, high heels berwarna senada, dan Hyo Kyo membiarkan rambutku tergerai. Ah, padahal aku lebih suka kalau rambutku diikat. Jika rambutku diurai, pasti tengkukku akan lengket oleh keringat.

“Eunri-ah.. igo, kau pakai tas yang ini,” dia menyerahkanku tas selempang kecil berwarna putih. Kurasa tas ini hanya muat untuk menampung ponsel dan dompetku.

“Hyo-ah, baru sebentar saja kakiku sudah pegal seperti ini. Bisa tidak aku memakai sepatu kets saja?” aku menunjukkan puppyeyes andalanku.

“Baiklah, tapi kau tidak boleh memakai sepatu kets. Aku membawakan sepatu sandal untukmu,” dia mengeluarkan sepatu sandal berwarna putih dengan motif kepang.

“Arrasseo. Gomawo, Hyo-ah,” ucapku. Lalu aku memakai sepatu sandal tersebut. Aigoo~ kurasa tas Hyo Kyo memang kantung doraemon.

“Sudah siap? Kajja!” dengan seenaknya Hyo Kyo menarik paksa tanganku.

“Sebenarnya kita akan kemana, Hyo-ah?” tanyaku.

“Lihat saja nanti,”

***

“Omo! Kau tidak usah menyuruhku paksa kalau mau kesini, Hyo-ah!” ucapku sedikit berteriak. Hei.. siapa yang akan menolak untuk kesini? Lotte World.

“Kalau tau akan kesini, aku juga tidak akan memakai pakaian seperti ini,” ucapku.

“YA! Hyo-ah? Kau sedang apa? Kenapa celingak-celinguk seperti itu?” aku memarahinya. Ternyata dari tadi dia tidak mendengarkan ucapanku.

“Ah! Itu mereka! Kajja, Eun-ah!” dengan seenaknya lagi dia menyeretku. Ughh~ mengapa hari ini anak ini menjadi menyebalkan?!

Eh? Hyora? Kibum? Donghae? K-KYUHYUN?! Kenapa mereka bisa ada disini?! Segera kutarik tangan Hyo Kyo. Aishh.. anak ini memang sangat menyebalkan. Kenapa dia membawaku bertemu Kyuhyun dengan penampilan seperti ini? Jujur saja, ini bukan gayaku.

“Annyeong, Eun-ah! Annyeong, Hyo-ah!” sapa Hyora. Aku hanya tersenyum tipis. Sedangkan Donghae oppa melambaikan tangannya. Berbeda dengan Kyuhyun yang hanya cuek melihat kedatangan kami.

“Kita akan triple date,” ucap Hyo Kyo.

“MWOYA?! Triple date? Shireo!” bentakku sambil menyilangkan tangan di depan dada. Anak ini berulah lagi.

“Aku tidak mau tau, yang penting kau harus ikut. Aku akan berpasangan dengan Donghae oppa, kau dengan Kyuhyun oppa, dan tentu saja Hyora dengan Kibum oppa.” ucap Hyo Kyo panjang lebar.

“M-mwoya?! Aku? Dengan Kyuhyun?! Shireo!” sebenarnya yang aku ucapkan tadi berbeda 180 derajat dengan keinginan hatiku.

“Ne, kau tidak bisa menolaknya. Itu sudah ditentukan,” sambung Hyora. Aku baru sadar, sedari tadi Hyora dan Kibum tidak bicara sama sekali. Kyuhyun? Sedari tadi dia hanya melihat ke kanan dan kiri. Tidak jelas.

“Aihh.. jinjjayo,” aku menghembuskan nafas berat. Berbeda dengan Hyo Kyo dan Hyora, mereka seperti baru mendapat uang dari langit. Ckckck.

“Bagaimana kalau kita mulai sekarang?” tanya Kibum oppa. Aigoo~ kelihatannya dia bersemangat sekali.

“Ne, kajja!” jawab Hyora, Hyo Kyo, dan Donghae oppa bersamaan. Aku dan Kyuhyun hanya manggut-manggut tidak jelas. Aish, eomma.. Tolonglah anakmu ini! Aku bisa gila mendadak kalau begini!

“Kita akan berpisah disini, Eunri-ah. Nanti jam 8, kita akan berkumpul di restaurant yang ada di dekat hotel Lotte World. Arrasseo?”

“Arrasseo,” jawabku lemah. Sepertinya sebentar lagi aku akan pingsan.

“Annyeong!!” teriak mereka. Lalu mereka ber-4 meninggalkanku dan juga Kyuhyun. Oh, oke! Sekarang apa yang harus aku lakukan?

“Yhaa~ Kyuhyun-ssi, apa kita akan berdiam disini terus?” tanyaku memecah ketenangan. Dia menatapku dan langsung menraik tanganku. Kasar sekali dia.

“Anio, kita tidak mungkin disini terus. Aku bosan, lalu kita akan kemana?” tanyanya. Sekarang kami hanya berjalan tanpa arah. Aku sibuk menenangkan kerja jantungku yang 3 kali lipat dari biasanya.

“Molla. Eum.. tapi ada sesuatu yang harus kubeli,” jawabku. Aku harus membeli hadiah untuk dongsaengku, sebentar lagi dia akan berulang tahun.

“Geurae? Aku ikut ya? Aku bosan dan tidak ada kegiatan. PSPku disita oleh Kibum,”

“Terserah kau saja,” jawabku. Lalu aku mulai melangkahkan kakiku menuju ke gift shop yang terdapat disana. Setahuku, disana terdapat banyak sekali pernak-pernik.

“Kyuhyun-ssi, kukira kau orang yang cuek dan sombong,” ucapku memecah keheningan. Dia berhenti sebentar lalu kembali berjalan.

“Aku memang seperti itu,” jawabnya santai.

“Lalu? Kenapa kau sekarang menjadi baik seperti ini?” tanyaku.

“Jika aku tidak baik padamu, Kibum tidak akan mengembalikan PSPku,” jawabnya santai. Aishh.. namja ini memang tidak pernah berubah sepertinya. Selalu mementingkan PSP dalam hidupnya. Aku memang sedikit kesal. Tapi kalau dipikir-pikir, bukankah dia sama denganku? Memprioritaskan PSP?

“Kau tidak usah formal padaku, panggil namaku saja. Tapi kalau mau memanggil oppa aku juga tidak keberatan,” ucapnya. Aih jinjja! Kenapa namja ini selalu membuatku terbang sampai ke langit, hah?

“Arrasseo, ehh.. chakkaman! Oppa? Cih~ jangan harap!” ucapku sambil menyilangkan tangan di depan dadaku.

“Hahaha, kau ini,” omo~ suara tawanya merdu sekali. Ah, apa yang kau pikirkan Kim Eunri?!

TINGGGG

Bel pintu masuk berdering.

“WHOAAA~” aku menganga lebar sekarang. Toko ini penuh sekali oleh pernak-pernik. Aku jadi ingin membeli toko ini.

“Tutup mulutmu, agasshi! Nanti ada lalat yang masuk ke mulutmu,” hyaa~ memalukan!

“Ah? Ne, hehehe..” aku nyengir tidak jelas.

“Omo!” aku berlari begitu melihat barang yang kucari. Sebuah boneka baby pig. Ah, hebat sekali kau Kim Eunri.

“Ini yang kau cari?” tanya Kyuhyun. Ah, dia mengikutiku ternyata?

“Ne,” jawabku.

“Biar aku yang bayar,”

“Anio, gwaenchana. Aku tidak mau merepotkanmu. Aku bayar sendiri saja,” ujarku menolaknya.

“Aishh.. kau ini,”

“Kau yakin hanya membeli ini? Tidak ada yang lain?” aku mengangguk ragu. Huaah, padahal aku masih ingin lihat-lihat. Toko ini membuat mataku hampir loncat karena melihat isinya.

“Tapi matamu mengatakan masih ada yang ingin kau beli, kajja! Kita lihat-lihat. Hari ini moodku sedang bagus,” dia menarik tanganku lagi. Huh, kenapa semua orang senang sekali menarik tanganku? Kami berhenti di tempat pernak-pernik bando kelinci.

“Coba kau pakai,”

“Shireo,” tolakku. Dia menarik tanganku lagi  agar mendekat ke arahnya. Lalu dia memasangkan bandana itu di kepalaku. Kenapa wajahnya semakin tampan kalau dilihat dari dekat? Aigoo~ aku sudah benar-benar gila sekarang.

“Kyeopta,” ucapnya. Ah, pasti wajahku sudah seperti tomat sekarang. Lalu dia menarik tanganku lagi menuju tempat bantal untuk menahan penahan leher agar tidak pegal. Untuk apa kesini? (tau gak maksudnya bantal untuk penahan leher agar tidak pegal? Haduh author sih ribet ngejelasinnya. Itu loh yang kayak di WGM)

“Igo,” dia menyerahkan sebuah bantal berwarna biru muda kesukaanku. Tau dari mana dia aku suka warna biru muda?

“Untuk apa ini?” tanyaku.

“Untuk dipakai, babo,” jawabnya. Aku mendengus kesal.

“Ayo kita bayar,”

“Kyu, aku saja yang bayar,” ucapku begitu sampai di kasir. Tapi dia tidak menghiraukanku. Tetap saja dia membayar dengan uangnya. Ya ya ya, aku tau kau memang kaya, Cho Kyuhyun! Bahkan dia membayar hadiah untuk dongsaengku. Baik sekali dia.

Kami pun keluar dari toko tersebut dan berjalan-jalan lagi. Entahlah akan kemana. Oh iya, sampai sekarang aku masih memakai bandana dan bantal yang tadi diberikan Kyuhyun. Ternyata bantal ini berguna juga.

BRAAAK

“YA! Punya mata tidak, agasshi?” ucap orang yang aku tabrak tadi. Aish, bisa-bisanya aku ceroboh seperti ini. Aku sampai terduduk di jalan.

“Chuisonghamnida,” ujarku sambil membungkukkan badan, walaupun masih terduduk di jalan. Tanpa menjawab, orang itu pergi dari hadapanku. Sombong sekali orang itu.

“Berdirilah,” Kyuhyun mengulurkan tangannya. Ah, ketampanannya semakin membuatku silau.

“Hei, kau melamun?”

“Anio,” aku mengulurkan tanganku ragu. Lalu Kyuhyun menarikku, membantuku berdiri.

Author’s POV

Sebenarnya dari tadi, Hyora dan Kibum mengawasi mereka.

“Uwoo~ gayamu keren sekali, Kyuhyun-ah!” puji Kibum dan mendapat anggukan setuju dari Hyora. Mereka melihat Kyuhyun membantu Eunri berdiri.

Sebenarnya Hyora sudah tau bahwa Kyuhyun menyukai Eunri. Tapi dia tidak memberitahunya. Hyora lebih memilih mendekatkan mereka dengan perlahan-lahan.

“Oppa, mereka manis sekali bukan?” tanya Hyora. Kibum mengangguk dan tersenyum manis kearah Hyora.

***

“Oppa, kau mau kemana?” tanya Hyo Kyo.

“Aku akan membeli gulali sebentar,” sahut Donghae. Tapi sebenarnya, Donghae berencana untuk meninggalkan Hyo Kyo dan mencari Eunri.

“Oh.. arraseo oppa,”

“Kutunggu disini ya!” teriak Hyo Kyo dari kejauhan. Donghae mengangguk dan berlari menuju pusat keramaian. Tetapi tujuannya saat ini bukanlah mencari gulali, melainkan mencari Eunri.

“Eunri-ah.. eodieya?” gumam Donghae sambil mengelap peluh yang keluar dari dahinya. Dia tidak peduli lagi dengan keadaan Hyo Kyo sekarang. Perhatiannya sudah dialihkan kepada Eunri.

BRAAAK

Donghae melihat seorang yeoja ditabrak oleh seorang namja. Tapi namja itu bukannya meminta maaf, tapi malah memarahi yeoja tu. Ck! Padahal jelas-jelas namja itu yang salah, pikirnya.

Tapi beberapa menit kemudian, Donghae mengenali wajah yeoja yang tertabrak tadi. Itu Eunri.

“Berdirilah,” ucap seorang namja yang Donghae yakini adalah Kyuhyun. Berani-beraninya dia mengulurkan tangannya untuk Eunri, pikir Donghae. Ingin rasanya dia berlari kesana dan menolong Eunri terlebih dahulu dari pada Kyuhyun. Tapi dia masih ingat tempat dimana dia berada sekarang.

Eunri menyambut tangan Kyuhyun dengan senang hati. Wajah Eunri sekarang sudah memerah seperti tomat. Kyuhyun yang melihat perubahan pada raut wajah Eunri pun berniat untuk menggodanya.

“Hei, kau kenapa?” tanya Kyuhyun. Eunri langsung tesadar dari lamunannya.

“Anio,” jawab Eunri. Kyuhyun menampakkan evil smirk-nya.

“Jinjja?!” tanya Kyuhyun dengan nada yang dibuat-buat.

“N-ne,” jawab Eunri gelagapan. Apa yang dipikirkan oleh namja dihadapanku ini? Batin Eunri.

“Hahaha.. wajahmu konyol sekali, Eunri-ah!” tawa Kyuhyun meledak begitu melihat wajah Eunri yang sudah seperti orang yang kelimpungan.

“Aish.. berhentilah tertawa!” Eunri mengembungkan pipinya kesal. Lalu memukul pelan bahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa ringan.

Tapi disisi lain, Donghae melihat keakraban mereka dengan tatapan sinis dan cemburu. Lihat saja, Kyuhyun-ah! Aku akan merebutnya darimu, batin Donghae.

***

“Donghae oppa kemana ya? Kok lama sekali,” gumam Hyo Kyo pada dirinya sendiri. Tentu saja, sudah setengah jam Hyo Kyo ditinggalkan oleh Donghae. Tidak mungkin hanya membeli gulali membutuhkan waktu selama ini, pikir Hyo Kyo.

Hyo Kyo mulai melangkahkan kakinya untuk mencari Donghae. Dia mulai mengelilingi Lotte World yang sangat luas itu. Pikiran Hyo Kyo dipenuhi oleh Donghae. Dia membayangkan, dia menaiki semua wahan yang ada di Lotte World bersama Donghae. Tapi nyatanya? Tidak.

“Ponsel Donghae oppa juga tidak aktif,” gumam Hyo Kyo lagi. Padahal dia sudah sangat lelah mencari Donghae. Ya.. tapi mau bagaimana lagi?

Park Hyo Kyo’s POV

Huh, lelah sekali. Aku sudah berkeliling tapi tidak juga menemukan Donghae oppa. Dia kemana sebenarnya? Hanya membeli gulali tidak sampai membutuhkan waktu selama itu kan? Kakiku rasanya sudah hampir kram karena terlalu lama berdiri.

Ah.. itu ada kedai takoyaki. Lebih baik aku istirahat dulu sebentar. Lagi pula cacing-cacing di perutku sudah berdemo meminta makanan.

“Chogiyo, aku pesan takoyaki original 1,” ujarku pada penjual takoyaki itu.

“Ne, bisa ditunggu sebentar,” jawab orang itu ramah. Aku mengangguk lalu mendudukkan badanku di salah satu kursi yang tersedi di dekat kedai takoyaki tadi.

Aku memukuli betisku pelan. Berusaha mengurangi rasa pegal yang sedari tadi kurasakan. Huh, belum lagi baju yang.. eum.. bisa dibilang agak menyusahkan ini. Tapi ini semua demi Donghae oppa. Aku akan berusaha membuat Donghae oppa agar bisa menyukaiku.

Kalau boleh jujur, aku terkadang suka iri dengan sahabatku, Eunri. Dia cantik dan pintar. Belum lagi dia banyak disukai oleh namja di sekolahku. Bahkan Donghae oppa juga menyukainya. Untung saja Eunri tidak menyukai Donghae oppa. Entah bagaimana hidupku tanpa Donghae oppa.

“Mianhamnida agasshi, ini pesanannya,” ujar seseorang membuyarkan lamunanku.

“Ah? Ne, gamsahaminda,” aku mengambil pesananku dan tidak lupa membayarnya. Ah.. rasanya aku sudah tidak sabar untuk memakan takoyaki ini. Ayo makan mereka, Park Hyo Kyo! (?)

Aku masih duduk ditempat yang tadi. Aku memakan takoyaki yang tadi kubeli dengan sangat lahap. Lumayan, bisa membuat perut kenyang walaupun hanya sebentar.

“Hufft.. kenyang juga,” gumamku. Aku berdiri dari dudukku dan berniat untuk mencari Donghae oppa lagi. Hwaiting, Park Hyo Kyo!

Ingin sekali rasanya menaki semua wahana yang ada disini bersama Donghae oppa. Apakah itu bisa terjadi? Aku harap iya. Aku akan berusaha mendapatkan hati Donghae oppa. Aku juga masih heran pada Donghae oppa. Kenapa dia masih mengejar-ngejar Eunri? Padahal dia sudah berulang kali ditolak oleh Eunri. Apa Donghae oppa tidak tau bahwa Eunri suka pada Kyuhyun oppa? Ah, molla.

Eh, chakkaman! Itu.. Bukankah itu Donghae oppa? Sedang apa dia disana? Dan.. mana gulalinya? Eh, di dekat sana juga ada Eunri dan juga Kyuhyun oppa. Apa Donghae oppa mengawasi Eunri? Ah lebih baik aku datangi saja.

“Oppa,” panggilku. Donghae oppa kelihatannya kaget.

“Se-sedang apa kau disini?” tanya Donghae oppa.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu, oppa. Ehm, dan mana gulalinya?”

“Eh? Gulali? Ah, dari tadi aku mencarinya, tapi tidak ketemu,” jawabnya. Aku menatap matanya. Mencoba mencari sorot kebohongan dari matanya. Aku rasa Donghae oppa berbohong padaku.

“Geotjimal,”

“A-aniya.. Aku tidak berbohong,” jawabnya.

“Aku tau kau bohong oppa,”

“Ne, baiklah. Aku memang berbohong padamu. Mianhae, aku meninggalkanmu. Tapi Eunri lebih penting bagiku,”

DEG! Jawabannya.. Aku tau Eunri lebih penting bagimu oppa. Tapi bisa tidak kau menghormatiku sedikit saja? Memperhatikanku sedikit saja? Atau kalau kau mau, kau tadi bisa menelefonku dan menyuruhku tidak menunggumu? Aku lelah menunggumu oppa.

“Baiklah. Aku mengerti oppa,” jawabku lirih.

“Mianhae, aku telah meninggalkanmu,” ucapnya. Aku hanya tersenyum getir.

“Gwaenchana,”

***

Lee Donghae’s POV

Maafkan aku, Hyo Kyo-ah. Tapi bagiku, Eunri jauh lebih penting darimu. Sudah berapa kali kubilang? Kau tidak perlu menyukaiku, karena aku tidak akan menyukaimu. Aku hanya suka pada Eunri.

Dari pertama aku melihatnya hari ini, pikiranku hanya dipenuhi oleh Eunri. Dia sangat cantik. Bahkan tadi aku melambaikan tanganku bukan kepada Hyo Kyo, tapi kepada Eunri. Aku akan berusaha merebut Eunri dari tangan Kyuhyun.

Aku sekarang sedang berjalan mengelilingi Lotte World dengan Hyo Kyo. Yah, anggap saja sebagai permintaan maafku. Adil bukan?

“Oppa, apa kau tidak bisa berhenti menyukai Eunri?” tanyanya. Oh, sudah berapa kali harus kukatakan? Pandanganku tidak bisa lepas dari Eunri.

“Ani, aku tdak bisa berhenti menyukainya. Meskipun dia menyukai Kyuhyun, aku akan berusaha untuk merebutnya dari Kyuhyun,” jawabku. Kulihat air mukanya berubah jadi sedih.

“Oh,” sahutnya malas. Hyo Kyo, Park Hyo Kyo. Dia sudah berulang kali menyatakan perasaannya padaku, tapi selalu kutolak. Maafkan aku, aku memang jahat.

“Oppa, ayo naik itu!” ucapnya girang sambil menunjuk wahana bianglala. Padahal tadi mukanya muram sekali, dan sekarang? Dia seperti baru mendapat uang dari langit. Baiklah, aku akan menuruti permintaannya kali ini.

“Ne,” jawabku dan langsung disambut senyum lebar dari Hyo Kyo. Sebenarnya yeoja ini cantik. Tapi entah kenapa aku jauh lebih menyukai Eunri dari padanya.

Sekarang aku sedang berada diantara orang-orang yang membeli tiket bianglala. Huh, ternyata banyak juga yang menaiki wahana ini. Lihat saja antriannya bagaikan ular naga.

Setelah aku membeli tiketnya, aku menghampiri Hyo Kyo. Memang, tadi dia tidak ikut membeli tiket denganku. Dia menungguku di tempat duduk yang tidak jauh dari tempat pembelian tiket. Kulihat dia sedang memakan burger-nya. Ckckck, yeoja ini tubuhnya kecil, tapi nafsu makannya besar sekali.

“Hei, aku sudah selesai. Lanjutkan dulu makanmu, baru kita naik,”

“Ne oppa,” jawabnya. Setelah dia selesai, kami langsung berjalan menuju ke wahana itu. Eh itu bukannya..

“Eunri?”

“Eh? Donghae? Sedang apa kau disini? Naik wahana ini juga?” tanya Kyuhyun. Shit! Enak sekali dia bisa berduaan dengan Eunri.

“Ne,” sahutku malas. Aku lalu berjalan dengan sedikit menyeret tubuh Hyo Kyo.

“YA! Oppa! Appo!” teriaknya. Aku tidak menjawabnya. Biarkan saja. Mataku memanas melihat Kyuhyun membukakan pintu untuk Eunri. Harusnya aku yang melakukannya! Ingin sekali aku berlari menuju Eunri dan merebutnya sekarang juga. Tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? Aku terikat pada yeoja yang berada di sebelahku.

Cho Kyuhyun’s POV

Mimpi apa aku semalam? Rasanya hari ni sungguh menyenangkan. Bisa berduaan bersama Eunri tanpa ada penganggu. Manis sekali melihat wajahnya yang memerah karena kubukakan pintu tadi. Ya, aku sekarang sedang menaiki wahana bianglala bersama Eunri. Rasanya aku rela menukar PSPku hanya untuk melihat senyumnya. Aigoo~ aku benar-benar sudah gila karenanya.

Sebenarnya aku sudah sangat lelah karena berjalan seharian. Tapi entah mengapa, hanya dengan melihat senyum Eunri, semua rasa lelah itu hilang dengan sendirinya. Apa ini rasanya jatuh cinta?

“Ya! Kenapa kau melamun seperti itu?” Eunri berbalik dan mendapatiku yang sedang melamun memikirkannya. Ah tamatlah riwayatku.

“Lihat! Banyak sekali orang yang kesini!” tunjuknya kebawah. Memang, Lotte World adalah taman bermain indoor.

Aku mendekat kearahnya dan menyampirkan jaketku di bahunya. Dia kelihatan kaget dan memundurkan tubuhnya.

“A-apa yang kau lakukan, Kyu?”

“Agar kau tidak kedinginan dan sakit. Bukankah besok kita masih sekolah? Kau satu kelompok kerja denganku, dan aku tidak mau ada anggota elompok kerjaku yang sakit,” jelasku. Padahal niatku sebenarnya adalah untuk melindunginya. Menghangatkannya agar dia tidak sakit.

“Oh.. ehm, gomawo,” ucapnya sambil tersenyum. Kulihat mukanya mulai memerah.

“Tidak usah canggung begitu padaku,” aku menyeringai. Dia sedikit memajukan bibirnya dan entah kenapa dia semakin terlihat imut. Bando kelinci masih menempel di kepalanya.

“Baiklah. Kita akan kemana lagi?” tanyanya begitu kami sudah keluar dari wahana bianglala.

“Terserah padamu saja,” sahutku. Dia terlihat berfikir. Beberapa detik kemudian matanya membulat dan dia langsung menarik tanganku.

“YA! Seenaknya kau menarik tanganku!” ucapku sedikit berteriak. Tenaganya besar sekali!

“Shikkeureowo! (berisik!)” dan dengan seenaknya dia menarik tanganku lagi.

Ice cream. Ternyata dia membawaku ke kedai ice cream. Dia langsung memesan semangkuk ice cream untuk dirinya sendiri. Aku? Aku dilupakan.

“Hei, kau tidak pesan?” dia menyenggol lenganku. Tentu saja aku pesan, babo!

Begitu menyebutkan pesananku, pelayan kedai itu langsung mengambilkan ice cream pesanan kami tadi. Aku langsung menarik tangannya menuju kursi yang terdapat di dekat kedai ice cream tadi.

Aku melihat kearahnya yang sedang memakan ice cream dengan sangat lahap. Lihatlah yeoja ini, apa dia tidak bisa makan dengan hati-hati? Sampai wajahnya belepotan karena terkena noda ice cream.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dia memundurkan wajahnya. Tanganku bergerak begitu saja, membersihkan noda ice cream yang ada di wajahnya.

“Ada ice cream,” ucapku.

“O-oh,” sahutnya. Apakah dia gugup melihatku?

Author’s POV

Di sisi lain, ada yang melihat kedekatan Eunri dan Kyuhyun dengan dendam membara. Siapa lagi kalau bukan Donghae?

“Isshi (sialan), dia sudah berani menyentuh Eunri!” umpat Donghae sambil mengepalkan tangannya kuat. Hampir saja dia melayangkan tinjuannya ke tembok jika tidak ada tangan yang menahannya.

“Donghae oppa! Andwae!” ucap yeoja yang sekarang sedang menahan tangan Donghae dengan susah payah. Yah, tenaga Donghae memang jauh lebih kuat dibandingkan dengan yeoja yang sedang menahan tangannya itu. Park Hyo Kyo.

***

To Be Continued

***

Akhirnya ni ff selesai juga.. *sujud-sujud* #plak

Buat yg menanti ff ini #halah silahkan dibaca yah.. dan juga jangan lupa satu hal. RCL ok?!

12 thoughts on “Hate U, Love U (part 2)

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s