Hate U Love U (part 3)

Author       : Kim Hye Min

Tag               : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Hyo Kyo,Lee Hyora, Kim Kibum, Lee Hyuk Jae, and others..

Genre          : Romance, complicated, friendship (failed)

Title             : Hate U, Love U (Part 3)

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Author’s POV

“Donghae oppa! Andwae!” ucap yeoja yang sekarang sedang menahan tangan Donghae dengan susah payah. Yah, tenaga Donghae memang jauh lebih kuat dibandingkan dengan yeoja yang sedang menahan tangannya itu. Park Hyo Kyo.

Waeyo?! Ini bukan urusanmu! Jangan melarangku! Pergi kau dari hadapanku! Kau membuatku muak dengan tingkahmu yang selalu mengejar-ngejarku! Aku sudah menolakmu! Jangan ganggu aku lagi! Pergi dari kehidupanku!” teriak Donghae.Hyo Kyo tersentak karena teriakan Donghae.Ya, Donghae memang baru pernah menampakkan sosoknya yang seperti ini. Sosok seorang Lee Donghae yang tidak dikenal orang lain.

Tanpa sadar Hyo Kyo menangis.Air mata mengalir di pipinya. Membentuk sebuah garis kesedihan. Hatinya sakit, terluka. Dadanya sesak, seperti ada benda besar yang meghimpit dadanya. Nafasnya tercekat, oksigennya hilang.Itu keadaannya sekarang.

Arrasseo oppa. Aku akan pergi meninggalkanmu. Aku akan pergi dari kehidupanmu. Aku tidak akan menampakkan wajahku lagi di depanmu. Mianhamnida karena dulu aku telah masuk ke kehidupanmu. Semuanya hancur karena aku.Sekali lagi, jeongmal mianhamnida,” ucap Hyo Kyo setelah mengumpulkan kesadarannya. Dia membungkuk pelan lalu pergi berlari meninggalkan Donghae.

Semoga ini pilihan terbaik, batin Hyo Kyo.

Hyo Kyo berlari pergi dari tempat tadi dia bertengkar dengan Donghae. Tidak peduli dengan orang lain yang ia tabrak, ia terus berlari. Yang harus dia pedulikan saat in adalah hatinya.Hatinya sakit, hancur. Tidak ada yang bisa memperbaikinya selain Donghae. Namja itu telah membawa pergi hatinya.

“Tidak! Kau tidak boleh menangis Park Hyo Kyo! Kuatkan dirimu!” ucapnya pada diri sendiri. Kini Hyo Kyo berada di sebuah taman yang tidak jauh dari Lotte World. Taman yang tidak terlalu besar namun indah. Cukup nyaman untuk menenangkan dirinya.

Geundae..Namja itu. Namja itu telah meretakkan hatiku.Tidak ada yang bisa memperbaikinya selain dia. Dia membawa pecahan hatiku bersamanya. Hiks..,” pertahananya runtuh. Dia menangis lagi. Usahanya sia-sia.

Agasshi? Wae geurae?” tanya seorang namja sambil menyentuh pundak Hyo Kyo. Hyo Kyo kaget dan langsung menghapus air matanya kasar.

N-nde? Ani, nan gwaenchana,”  jawabnya gelagapan. Padahal namja tadi tau kalau sedari tadi Hyo Kyo menangis.

Geotjimal! Aku melihatmu dari tadi,” ucap namja itu.

Mwoya?! Melihatku dari tadi? Apa yang kau lakukan?!” bentak Hyo Kyo. Namja tadi malah ikut duduk disebelah Hyo Kyo. Karena kaget, Hyo Kyo menggeser duduknya agar menjauh dari namja yang bahkan belum dikenalnya tadi.

“Kau bisa menceritakannya padaku. Tenang saja, aku bukan termasuk tipikal orang yang suka menyebarkan rahasia orang lain,” ucap namja tadi. Mata Hyo Kyo membulat. Dia kaget dengan perkataan namja itu.

“YA! Apa yang kau lakukan?! Aku bahkan tidak kenal denganmu. Jangan terlalu mencampuri urusan orang lain!” ucap Hyo Kyo sambil bangkit berdiri, hendak meninggalkan namja itu.

“Baiklah, kalau begitu.. Kenalkan, namaku Lee Hyuk Jae. Kau bisa memanggilku Hyuk Jae, Eunhyuk, atau oppa. Karena kalau kulihat aku lebih tua darimu,” ucap namja itu sambil menahan tangan Hyo Kyo. Membuat Hyo mau tidak mau menoleh dan menatapnya geram.

Park Hyo Kyo’s POV

Mwo?! Apa yang dikatakan namja berambut pirang ini? Dengan seenaknya dia menyuruhku menceritakan masalahku. Memangnya dia siapa sampai aku harus menceritakannya? Kenal saja tidak.

“YA! Apa yang kau lakukan?! Aku bahkan tidak kenal denganmu. Jangan terlalu mencampuri urusan orang lain!” aku bangkit berdiri. Berniat untuk meninggalkan namja aneh ini. Tapi langkahku terhenti saat dia menarik tanganku. Aku berbalik dan menatapnya geram.Lalu aku melepas paksa tangannya.

“Baiklah, kalau begitu..Kenalkan, namaku Lee Hyuk Jae. Kau bisa memanggilku Hyuk Jae, Eunhyuk, atau oppa. Karena kalau kulihat aku lebih tua darimu,” ucap namja aneh itu sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum lebar. Aku hanya diam dan menatapnya dengan tatapan aneh.

Senyumnya lama-lama mamudar.Lalu dia mengamit tanganku agar berjabatan dengannya. Aish..namja ini! Tidak sopan sekali!

Na neun, Lee Hyuk Jae imnida. Neo neun?”

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Kau tidak mengerti?” tanyanya balik. Aku menggeleng.

Babo saram. Aku tadi memperkenalkan diriku.Kau juga harus memperkenalkan dirimu,” ujarnya panjang lebar. Aku menganggukan kepalaku tanda mengerti. Eh, chakkamanyo!

“YA! Apa yang kau katakan tadi? Babo saram, huh?!” teriakku. Namja itu menutup telinganya.

“Kecilkan volume suaramu! Teriakanmu membuat telingaku sakit!”

“Salahmu sendiri mengataiku. Tarik kembali ucapanmu tadi!” ucapku.

“Baiklah. Aku tarik kembali ucapanku tadi.Kau tidak bodoh,” bagus. Aku memang tidak bodoh seperti yang kau katakan tadi.

“Sekarang bisa aku tau namamu? Kau belum memperkenalkan dirimu,”

Shireo! Cari tau saja sendiri. Aku tidak mau kenal dengamu. Kau itu aneh,” ujarku polos. Dia memukul kepalaku. YA! Apa yang baru dia lakukan?! Memukul kepalaku?!

“YA! Appo! Kau tidak sopan sekali!” teriakku.

“Kau juga tidak sopan. Mengataiku aneh. Dasar yeoja cengeng!” teriaknya balik. Telingaku sakit mendengar suaranya!

“Kau mengataiku apa tadi?! Yeoja cengeng?! Aku tidak cengeng!” kataku sambil menginjak kakinya. Baiklah, mungkin aku sudah ketularan Eunri. Sejak kapan aku jadi brutal seperti ini?

Appo! Jauhkan kakimu dari kakiku!” teriak namja itu. Aish, bisa tuli aku mendengar suaranya. Lebih baik aku angkat kakiku yang masih menginjak kakinya. Dia tersenyum puas. Argh.. jinjja!

Eotte? Bisa aku tau namamu?”

“Sebegitukah rasa ingin tau-mu? Kau fans-ku?”

Anio! Aku bukan fansmu! Aku saja baru bertemu denganmu hari ini. Dan kau langsung memberi kesan buruk dalam pertemuan pertama,” aku mendengus kesal. Namja ini benar-benar menyebalkan.

“Kau menyebalkan!” ucapku. Tapi anehnya dia malah tersenyum. Dasar namja aneh! Lebih baik aku pulang saja.Hari juga sudah menjelang malam. Aku melangkahkan kakiku ke halte bis. Aku berniat masuk ke bus sebelum ada orang yang berteriak padaku.

“Siapa namamu? Aku hanya ingin kenal denganmu!” teriak namja aneh itu. Baiklah, hanya memberi tau nama saja kan?

“Park Hyo Kyo,” teriakku dari kejauhan. Lalu aku masuk ke dalam bus.

Kim Eunri’s POV

Hya! Eomma! Selamatkan anakmu ini! Jantungku hampir saja berhenti berdetak karena ulahnya. Dia membersihkan noda ice cream yang ada di wajahku! Oh, aku tau ini memang memalukan karena cara makanku yang ceroboh sampai dia harus membersihkan noda ice cream di wajahku.

Oh iya, kau tau? Kyuhyun, dia sangat mempesona hari ini. Dia benar-benar tampan! Aku sampai silau melihatnya hari ini.Aigoo~ memang kapan aku menyebutnya tidak tampan? Dia selalu tampan di mataku. Sempurna. Hanya kata itu yang dapat menggambarkanya. Ah, baboya! Aku lupa kalau manusia tidak ada yang sempurna. Nyaris sempurna. Bisakah aku menggunakan kata itu untuk mendeskripsikannya?

“Kau sedang apa? Melamun?” tanya seseorang. Anehnya, aku juga merasakan benda dingin menyentuh pipiku. Hya! Apa ini? Aku langsung menoleh cepat dan mendapati seorang Cho Kyuhyun sedang menempelkan kaleng minuman di pipiku.

“Kau mengagetkanku,”

“Ini untukmu,” dia menyerahkan kaleng minuman dingin itu. Dengan senang hati aku menerimanya.

Gomawo,” ucapku. Dia mengangguk.

“Sekarang sudah jam setengah delapan. Masih ada tempat yang ingin kau kunjungi? Kalau tidak ayo kita ke tempat dimana kita janjian dengan Kibum dan Donghae. Aku tidak mau dijadikan dadar gulung oleh mereka!” ucap Kyuhyun. Aku melirik jam tanganku. Hah, tempat mana lagi yang akan aku kunjungi? Bukankah seharian aku sudah mengelilingi Lotte World ini? Kakiku rasanya sudah akan patah.

“Tidak ada tempat yang ingin aku kunjungi.Lebih baik kita ke tempat dimana kita janjian dengan mereka. Kajja!” ucapku sambil menarik lengannya. Dia hanya menurut dan tidak berkomentar. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang memulai pembicaraan. Suasana sekarang canggung sekali. Tidak lama berjalan,  kami pun sampai di sebauh restaurant yang dimaksud oleh Hyo Kyo. Tidak buruk.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekelilingku dan mendapati Hyora yang sedang melakukan aktifitas menjijikan dengan Kibum. Mereka saling menyuapi satu sama lain. Aish.. aku jadi merinding melihat tingkah mereka.

“YA! Berhenti memamerkan kedekatan kalian di depan umum!” ledek Kyuhyun. Mereka tersadar dan langsung tersenyum tanpa dosa. Menyebalkan.

“Mana Hyo Kyo dan Donghae?” tanyaku. Mereka menggeleng.

Mollasseo. Mereka belum datang dari tadi. Ah.. lebih baik kita makan malam saja duluan. Memangnya kalian tidak lapar? Mungkin nanti Hyo Kyo dan Donghae bisa menyusul,” Kibum angkat bicara.Aku langsung mengangguk cepat. Cacing di perutku memang sudah berdemo minta diisi dari tadi.

Lee Hyora’s POV

Benar juga yang dikatakan Kibum oppa. Hyo Kyo dan Donghae oppa kemana? Mereka tidak mungkin tersesat, kan? Oh, pikiran bodoh macam apa itu? Mereka sudah besar, Lee Hyora. Apa perlu aku menghubungi mereka? Perasaanku jadi tidak enak. Kenapa ini?

“Kau menghubungi siapa, Hyora-ya?” seseorang mengagetkanku. Siapa lagi kalau bukan Kibum oppa.

“Hyo Kyo. Perasaanku jadi tidak enak. Sebenarnya apa yang terjadi? Sekarang sudah jam setengah sembilan dan mereka belum juga kembali. Aku bisa dibunuh eomma-nya kalau sampai terjadi yang tidak-tidak padanya,” ucapku khawatir.

Kkokjonghajima. Tidak mungkin terjadi sesuatu pada mereka,” ucap Kibum oppa menenangkanku. Tapi tetap saja, perkataan Kibum oppa tidak bisa membuatku tenang. Hyo Kyo sudah aku anggap adikku sendiri. Dan sekarang dia menghilang tanpa kabar. Kau pikir apa yang aku rasakan?

“Mungkin saja oppa. Apa yang tidak mungkin di dunia ini?”

“Ya! Hyora-ya! Kenapa kau jadi sadis begitu padaku?”

“Ah? Geuraeyo? Mungkin karena ada Kyuhyun oppa dan Eunri. Bukankah mereka itu setan? Aura mereka terlalu kuat sampai aku terpengaruh. Mianhae oppa,” ucapku asal sambil terus sibuk menghubungi ponsel Hyo Kyo.Tidak peduli dengan Kyuhyun oppa dan juga Eunri yang sibuk memakiku.

Nomer yang anda hubungi sedang ada di luar jangkauan. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.

Sh*t! Percuma saja.Yang kudengar dari tadi hanyalah suara operator. Park Hyo Kyo! Neol eoddiesso?!

“Tetap tidak bisa?” tanya Kibum oppa. Aku menggeleng.

“Ah! Baboya! Kenapa kalian tidak menghubungi Donghae oppa?” teriak Eunri. Anak ini bisa membuat jantungku berpindah tempat ke perut!

“Kau membuatku kaget, Eunri-ah!” ucapku dan di balas senyum innocent-nya. Aku jadi tidak tega kalau di sudah mengeluarkan senyuman tak berdosanya itu.

Oppa! Berapa nomer ponsel Donghae oppa?” tanyaku pada Kibum oppa.Jangan harap aku bertanya pada Kyuhyun oppa yang evil itu.

“Ini, pakai ponselku saja,” ujar Kibum oppa sambil menyodorkan ponselnya. Aku pun langsung mengambilnya dan menghubungi Donghae oppa. Setelah menunggu beberapa saat pun terdengarlah suara yang tidak asing lagi di telingaku.

“Yeoboseyo,”

Yeoboseyo. Oppa ini aku Hyora,”

“Ne, waeyo?” aigoo~ dia masih bertanya ‘waeyo?’ jelas-jelas kami sudah janjian dari jam delapan!

Oppa! Kau dimana?Bukankah kita sudah janjian jam delapan di restaurant yang ada di dekat Lotte World?” tanyaku.

“Eh..aku lupa. Mianhae,”

Mwo?! Lalu Hyo Kyo dimana, oppa?!”

“Hyo Kyo? Aku tidak tau. Tadi dia pergi meninggalkanku,”

Mworago?! Jadi kau tidak bersama Hyo Kyo sekarang?!” teriakku. Ah, aku tidak peduli dengan pengunjung lain yang sudah menatapku dengan tatapan aneh.

“Ne, aku sudah di rumah dari tadi,” mataku membulat. Astaga, kenapa bisa seperti ini?!

“YA! Oppa! Bagaimana bisa Hyo Kyo meninggalkanmu? Kenapa kau tidak mengejarnya?!” ucapku emosi.Donghae oppa benar-benar keterlaluan.

“Itu bukan urusanku,” sahutnya santai. Aku langsung menutup flip ponsel Kibum oppa dengan kasar. Bicara dengan Donghae oppa benar-benar membangkitkan emosiku.Ini bukan Donghae oppa yang kukenal.

“Bagaimana kabar Hyo Kyo, Hyora-ya?” tanya Eunri polos sambil memakan steak-nya. Otomatis yang lain juga ikut menatapku. Aku menggeleng lemah.

Mollayo,”

“Uhuk… Uhukk…” Eunri tersedak steak-nya. Dengan sigap, Kyuhyun oppa menyodorkan gelas berisi air mineral untuk Eunri. Aigoo~sudah sedekat inikah hubungan mereka?Babo! Kenapa disaat seperti ini aku masih bisa memikirkan hal seperti ini?! Jinjja!

Mwo?! Kenapa kau tidak tau? Bukankah tadi kau  sudah bertanya pada Donghae oppa?” ujar Eunri setengah berteriak setelah berhasil mengatasi peristiwa ‘tersedak-nya’.

“Aish.. kecilkan volume suaramu!” seru Kyuhyun oppa. Tapi Eunri tidak mempedulikan ucapan Kyuhyun oppa tersebut.

“Tadi… Hyo Kyo meninggalkan Donghae oppa,” meskipun ragu, tapi akhirnya aku ucapkan kata-kata barusan. Mata Eunri membulat, mungkin dia terkejut.

Aigoo~ eottokhe? Bagaimana kalau Hyo Kyo diculik?” ucapan bodoh Eunri langsung disambut jitakan oleh Kyuhyun oppa.

Babo! Dia sudah besar. Tidak akan ada orang yang mau menculiknya!” bentak Kyuhyun oppa. Sedangkan Eunri sibuk mengusap kepalanya.

Author’s POV

“Yang dikatakan Kyuhyun oppa benar, Eunri-ah. Kau bisa tidak berfikir sedikit masuk akal kali ini?” ucap Hyora. Eunri mengangguk cepat.

Mianhae,”

“Aku malah mempersulit keadaan disaat seperti ini,” lanjut Eunri sambil menunduk kearah lantai. Hyora langsung menghampiri Eunri dan merangkul pundaknya.

“Aku tau kau khawatir pada Hyo Kyo…”

“Kami juga, Eunri-ah…” lanjut Hyora. Suasana menjadi sunyi, tidak ada yang berinisiatif untuk memulai percakapan. Tiba-tiba Eunri ponsel berbunyi.Serentak, pandangan Hyora, Kibum, dan Kyuhyun menuju kearah Eunri.

“Yeoboseyo,”

“………..”

“Mwoya?!Bagaimana bisa?!”

“………..”

“Baik. Saya segera kesana,”

“………..”

Eunri yang sedari berteriak-teriak saat menelepon, langsung menekan ponsel touchscreen-nya dengan kasar.Kemudian Eunri langsung memandang wajah Hyora dengan panik.

“Hyora-ya… Kibum oppa… Kyu…”

“Hyo Kyo kecelakaan…”

***

To Be Continued

***

Annyeong… Saya kembali~ *teriakpaketoa* #timpuk

Maaf kalo part ini mengecewakan *tutupmuka* .__.v

Jangan lupa RCL, yahh~^^

2 thoughts on “Hate U Love U (part 3)

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s