Miracle (drabble)

Author       : Kim Hye Min

Tag               : Kim Eunri, Cho Kyuhyun, and others…

Genre          : romance, sad

Title             : Miracle (drabble)

koreanfflovers4ever.wordpress.com

***

Kim Eunri’s POV

Kebutuhan pokok yang harus kupenuhi adalah melihatnya terseyum untukku. Dia sudah berjanji hanya akan tersenyum tulus padaku. Aku juga selalu menantikan suaranya yang merdu saat dia bernanyi untukku. Aku selalu ingin menyenderkan kepalaku di bahunya yang kokoh saat kami melihat matahari terbenam bersama. Aku selalu ingat akan harum tubuhnya yang tercium oleh indra penciumanku ketika dia memelukku hangat. Aku selalu ingin berdekatan dengan tubuhnya yang tinggi dan tegap, dia selalu menggunakan tubuhnya untuk menjaga dan melindungiku. Dari kecil, dia selalu menemaniku, menjagaku, dan juga menyayangiku dengan apa adanya diriku.

Aku suka caranya peduli denganku. Bukan dengan cara yang terlalu berlebihan, namun caranya dapat menunjukkan bahwa dia sangat peduli denganku. Sebagai manusia biasa, aku juga memiliki kekurangan. Tapi, dia juga bisa menerima segala kekuranganku dan menganggapnya kelebihan dalam diriku yang tidak dimiliki orang lain.

Tapi sekarang…  apa masih mungkin moment-moment seperti itu akan terulang lagi? Mustahil memang. Tapi aku harap, setiap moment bersamanya akan terulang lagi. Sampai sekarang, aku masih belum bisa membalas semua kebaikan yang dia lakukan untukku. Bodoh? Ya, aku memang sangat bodoh karena tidak dapat membalas semua kebaikannya.

Apa aku harus membencinya? Tapi memang aku bisa membencinya? Marah padanya saja aku tidak bisa. Aku terlalu bergantung padanya. Aku terlalu terobesesi ingin menjadi seperti dirinya.

Seharusnya aku membencinya. Benci karena dia telah meninggalkanku dari dunia yang kejam ini. Semangat hidupku hilang. Tidak ada lagi senyum tulus yang dia janjikan hanya untukku. Tidak ada lagi suaranya yang merdu saat dia menyanyi untukku. Tidak ada lagi bahunya yang kokoh untuk aku bersandar apabila sedang melihat matahari terbenam. Tidak ada lagi hawa hangat yang aku rasakan ketika dia memelukku. Tidak ada lagi tubuh tinggi dan tegap yang selalu melindungiku.

Aku membencinya karena dia telah meninggalkanku seorang diri. Padahal dia berjanji tidak akan pernah meninggalkanku sendiri. Tapi ini? Apa dia marah padaku? Kumohon… kembalilah untukku.

Author’s POV

Air mata itu kembali membasahi wajah Eunri. Sudah beberapa bulan ini dia selalu menitikkan air matanya. Tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang, Eunri tetap menunggu namja itu sadar dari tidurnya.

“Kyu… kumohon, sekali ini saja. Kembalilah padaku…” hening. Namja itu masih menutup matanya dengan wajah damai.

“Aku janji, aku tidak akan membantah perkataanmu lagi…” lanjut Eunri kembali terisak.

“Ayo, Kyu! Bangun! Bangun dan katakan bahwa kau akan selalu menjaga dan melindungiku! Akan selalu menyayangiku… hiks,”

“Kumohon, kali ini saja…” ucap Eunri bergetar, mencoba menahan tangisnya.

“Tolong, Kyu… Aku merindukanmu…” Eunri menghapus air mata dengan punggung tangannya kasar. Tiba tiba…

CKLEK!

“Kyu… eomma dan noonamu sudah datang. Kenapa kau masih juga belum membuka matamu?” ucap eomma Kyuhyun.

“Kyu, aku janji. Kalau kau bangun, kau boleh mengejekku sebanyak yang kau mau,” kini giliran Ah Ra yang menahan tangisnya. Eomma Kyuhyun mengusap punggung anaknya pelan.

“Eunri-ah,” panggil eomma Kyuhyun.

Nde?”

“Pergilah dulu. Cari makanan, eomma tau kau belum makan dari tadi pagi…”

Ani… aku akan menjaga Kyuhyun,” tolak Eunri.

“Dengarkan perkataan eomma. Nanti kau sakit dan tidak bisa merawat Kyuhyun,” ucap eomma Kyuhyun lembut.

“Tapi nanti…”

“Sudahlah. Aku akan menemani Eunri. Eomma tidak perlu khawatir,” ujar Ah Ra. Eomma Kyuhyun mengangguk setuju. Ah Ra pun membawa Eunri keluar dari kamar pasien Kyuhyun.

“Eunri-ah…”

Ne, eonnie?”

“Kau… kau yakin masih akan menunggu Kyuhyun?” tanya Ah Ra sedikit ragu. Eunri mengernyit heran.

“Tentu, eonnie. Waeyo?”

Ani… kau saja yakin. Tapi entah kenapa, aku tidak yakin,” ujar Ah Ra. Eunri terkesiap kaget.

Eonnie! Kenapa kau bicara seperti itu? Kau tidak yakin?” tanya Eunri sedikit keras. Ah Ra menggelengkan kepalanya.

“Bukan seperti itu…”

“Tapi semenjak kejadian itu. Sampai sekarang Kyuhyun belum juga sadar. Ini sudah memasuki bulan ke-3, Eunri-ah…”

Eonnie tidak yakin?! Dia dongsaengmu, eonnie! Dongsaeng!! Bukankah dulu eonnie pernah bilang kalau Kyu adalah dongsaeng kesayangan eonnie?! Mana buktinya?!!” emosi Eunri kini tidak terkontrol. Meskipun telah membentak Ah Ra, tapi dia tidak bermaksud seperti itu. Emosinya sekarang sedang labil. Benteng pertahanan yang dibuat Eunri pun hancur, air mata kembali membasahi pipinya.

Mianhae, Eunri-ah… Aku tidak bermak—” ucapan Ah Ra terputus saat Eunri tiba-tiba saja memeluknya erat. Seolah takut kehilangan. Dia menumpahkan seluruh tangisnya di pelukan Ah Ra. Tidak peduli dengan tatapan orang lain akan mereka.

“Kyuhyun… Dia pasti kembali. Aku yakin itu! Hiks…” ucap Eunri sambil terisak. Ah Ra hanya dapat menenangkan Eunri dalam pelukannya.

***

Mianhamnida nyonya, saya hanya akan memastikan, apa pasian yang bernama Kyuhyun masih akan dilanjutkan perawatannya? Atau nyonya akan mencabutnya? Sekarang sudah bulan ke-3, tapi tidak ada satupun tanda kesadaran dari anak anda. Bagaimana? Percuma saja jika anda meneruskan pengobatannya,” jelas dokter yang menangani Kyuhyun.

“Baiklah. Cabut saja pengobatan Kyuhyun. Sayahanya bisa pasrah dengan kehendak Tuhan,” jawab eomma Kyuhyun. Eunri yang baru saja kembali dari toilet pun, medengar percakapan tadi. Dalam sekejap, seluruh  energinya seolah terhisap habis oleh sebuah lubang. Tubuh nya tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya. Badannya merosot begitu saja ke lantai. Pandangannya masih kosong. Dia begitu benci kenyataan pahit seperti ini.

Pandangannya tertunduk menuju lantai. Kini dia memeluk lututnya sendiri, air matanya mengalir seiring sesaknya nafas yang ia rasakan. Dadanya terasa sesak sekali, seperti ada yang menghimpit badannya dengan benda besar. Eunri langsung berlari menuju ruangkan Kyuhyun dan menemukan Kyuhyun yang masih terbaring lemah di kamar pasiennya.

“Kyuhyun, tadi aku mendengar pembicaraanmu dengan dokter yang menanganimu. Kau tau orang tuamu bilang apa? Mereka mau… melepaskanmu. Kupikir eomma-mu sudah gila,” ucap Eunri.

“Sekarang sudah tiga bulan kau dirawat disini Kyu, kau masih mau membiarkan aku hidup seperti ini?” Eunri masih terus bicara pada Kyuhyun walaupun Kyuhyun tidak memberikan reaksi apapun.

“Kyu, apa yang harus aku lakukan kalau keluargamu benar-benar merelakanmu pergi dari dunia ini? Apa aku bunuh diri saja?” ucap Eunri. Matanya benar-benar panas. Tidak sanggup menahan air matanya. Tapi di satu sisi, dia juga sangat lelah. Maupun untuk menanggung masalah duniawi ataupun yang menyangkut rohaninya. Dia mulai mengantuk, lama kelamaan Eunri tertidur.

***

“Hoaaahm~” Eunri terbangun dari tidurnya di pagi ini. Dia tertidur dengan posisi duduk di bangku, tangannya dilipat di kasur milik Kyuhyun, dan kepalanya di benamkan di tangannya. Tunggu! Ada yang berbeda di tempat ini…

“KYUHYUN!! Kau kemana?!” teriak Eunri kaget.

Astaga! Apa pengobatan Kyuhyun sudah dicabut?! batin Eunri. Tubuh Eunri gemetar dan air mata Eunri mendesak keluar lagi.

 

Kau tidak boleh pergi Kyu…

Demi apapun di dunia ini,

Aku mencintaimu…

 

Eunri berlari keluar dari ruang rawat Kyuhyun sebelum pintu kamar Kyuhyun terbuka dan memperlihatkan siapa yang muncul di hadapannya.

“Kyuhyun…”

***

Keajaiban itu ada. Aku pernah mengalaminya. Keajaiban itu datang di waktu yang tiba-tiba, tidak disangka. Aku tidak pernah membayangkan kalau namja itu akan kembali ke sisiku. Terima kasih karena telah mengembalikannya ke sisiku.

***

The End

***

3 thoughts on “Miracle (drabble)

  1. Wuahhh!! Demi apapun bagus bgt thor ceritanyaaa , aku suka bgtt.. Keep writing yah thorr ^_^

If you comment, I prayed for you to meet your bias ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s